IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Warga Kelurahan Bukit Mambual Ditemukan Meninggal dikebunnya

267
×

Warga Kelurahan Bukit Mambual Ditemukan Meninggal dikebunnya

Sebarkan artikel ini
Polres Banggai Olah TKP Penemuan Mayat di Kebun Maahas, Luwuk
Polres Banggai Olah TKP Penemuan Mayat di Kebun Maahas, Luwuk

Polisi Lakukan Olah TKP ditempat Kejadian

KABAR LUWUK  –  Warga Kelurahan Bukit Mambual Ditemukan Meninggal dikebunnya. Polres Banggai dikejutkan dengan penemuan mayat seorang petani di Perkebunan Buhenteng, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Banggai, pada Senin (18/3/2024) malam. Kasus ini menjadi perhatian setelah Kaur Identifikasi Satreskrim Bripka Naldi Laotong memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Mayat pria tersebut akhirnya teridentifikasi sebagai Lodewyk Yabi (61), yang beralamat di Puge Kelurahan Bukit Mambual, Luwuk Selatan. Kepergian Lodewyk ke kebun pada pukul 12.00 Wita, dengan pamitan kepada istrinya, menjadi awal dari tragedi ini.

Namun, hingga pukul 18.00 Wita, ia tak kunjung kembali, meninggalkan kekhawatiran di keluarga.

Peristiwa mencurigakan terjadi ketika anaknya menyusul ke kebun pada pukul 20.00 Wita. Di pintu masuk perkebunan, ia menemukan ayahnya tergeletak di tanah, tertimpa sepeda motor, tepat di bawah pagar kawat berduri. “Anaknya menyusul ke kebun karena seperti biasanya korban selalu pulang kerumah itu paling lambat jam 18.00 Wita,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Tio Tondy.

Keluarga korban segera melaporkan kejadian ini ke Polres Banggai. Dengan bantuan warga dan petugas, mayat Lodewyk dievakuasi ke RSUD Luwuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil visum luar oleh Tim Forensik RSUD Luwuk menunjukkan bahwa pada tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.

Namun, terdapat lebam pada tubuh, kaku tubuh, lecet lutut kanan, serta luka gores di kepala akibat kawat duri. “Selain itu terdapat lebam mayat, tubuh sudah kaku, lecet lutut kanan serta luka gores dikepala akibat kawat duri,” jelas Kasat.

Meskipun demikian, keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi dan menerima kejadian ini dengan ikhlas. Diduga, korban meninggal karena sakit, mengingat sebelum pergi ke kebun, ia mengonsumsi obat untuk asam urat.

“Visum luar selesai jam 24.30 Wita. Kemudian korban disemayamkan di rumah duka, Puge,” pungkas Tio.

Meskipun demikian, pihak berwenang masih akan menyelidiki lebih lanjut apakah kematian Lodewyk Yabi benar-benar disebabkan oleh penyakit ataukah ada kejadian lain yang menyebabkan tragedi ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *