IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Tragis! Petani Tewas Terjatuh Saat Panjat Pohon Kelapa di Lobu

425
×

Tragis! Petani Tewas Terjatuh Saat Panjat Pohon Kelapa di Lobu

Sebarkan artikel ini
Polsek Pagimana Lakukan Pemeriksaan TKP Penemuan Mayat di Lobu Banggai
Polsek Pagimana Lakukan Pemeriksaan TKP Penemuan Mayat di Lobu Banggai

KABAR LUWUK – Tragis! Petani Tewas Terjatuh Saat Panjat Pohon Kelapa di Lobu. Kesunyian malam di Desa Uwedaka-daka, Kecamatan Lobu, Banggai, pecah oleh penemuan mayat seorang petani berusia 72 tahun. Rabu malam (12/6/2024), Polsek Pagimana yang dipimpin Wakapolsek IPTU Steven Fehr melakukan olah TKP di lokasi kejadian di sebuah perkebunan milik korban.

Korban, yang diidentifikasi bernama Rahim Labesi, ditemukan oleh putranya sendiri, Imran Kamboba, setelah melakukan pencarian karena ayahnya tak kunjung pulang.

Imran yang khawatir memulai pencarian pada Selasa malam (11/6/2024) sekitar pukul 21.00 WITA bersama beberapa warga desa.

Mereka menyusuri perkebunan dan terkejut menemukan Rahim sudah terbujur kaku di bawah pohon kelapa.

Sang anak, dengan hati yang cemas, melihat alat panjat pohon masih melingkar di kaki ayahnya, menandakan Rahim kemungkinan besar terjatuh saat sedang memanjat pohon kelapa.

“Dilakukan pencarian karena seperti biasanya korban selalu pulang ke rumah pada sore hari,” jelas AKP Makmur, Kapolsek Pagimana, saat diwawancarai.

Setelah menemukan Rahim, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa dan Polsek Pagimana. Dengan sigap, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka.

“Dugaan sementara, korban terjatuh saat memanjat pohon kelapa yang mengakibatkan meninggal dunia,” terang AKP Makmur lebih lanjut.

Meskipun demikian, pihak keluarga korban dengan ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam bekerja, terutama bagi para petani yang sering menghadapi risiko tinggi dalam kegiatan sehari-hari.

Kejadian ini juga menggarisbawahi solidaritas dan kerjasama masyarakat desa yang bahu-membahu dalam situasi darurat.

Desa Uwedaka-daka kini tengah berduka atas kehilangan salah satu warganya yang dikenal sebagai petani ulet dan pekerja keras. Rahim Labesi meninggalkan keluarga dan tetangga yang mengenangnya sebagai sosok yang penuh dedikasi terhadap pekerjaan dan keluarganya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!