IMIP < Bawaslu-ads
Banggai KepulauanKABAR DAERAH

Tragedi Meninggalnya Sarpin, Warga Desa Leme-Leme Darat Diduga Akibat Racun Insektisida Dangke

1609
×

Tragedi Meninggalnya Sarpin, Warga Desa Leme-Leme Darat Diduga Akibat Racun Insektisida Dangke

Sebarkan artikel ini
Tragedi Meninggalnya Sarpin, Warga Desa Leme-Leme Darat Diduga Akibat Racun Insektisida Dangke
Tragedi Meninggalnya Sarpin, Warga Desa Leme-Leme Darat Diduga Akibat Racun Insektisida Dangke

KABAR LUWUK  –  Tragedi Meninggalnya Sarpin, Warga Desa Leme-Leme Darat Diduga Akibat Racun Insektisida Dangke. Desa Leme-Leme Darat, Kecamatan Buko – Seorang warga Desa Leme-Leme Darat, Sarpin (51 tahun), diduga meninggal dunia setelah meminum racun hama jenis insektisida dangke.

Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu, 27 Januari 2024, sekitar pukul 10.30 WITA di rumah Abiana Mopok. Berikut adalah fakta-fakta terkait insiden tersebut:

Identitas Korban bernama Sarpin ( 51) pekerjaan tani, agama  Kristen alamat Desa Leme – leme darat  Kecamatan Buko  Kabupaten Banggai Kepuluan.

 Dan berdasarkan keterangan Saki yang diperiksa atas kejadian meninggalnya sdr. Sarpin terdiri dari  3 orang  diantaranya   Meri Nova (32)  pekerjaan  IRT, AbianaMopok  ( 38)  pekerjaan  IRT  dan Olivia Mediatrix  ( 25)  Pekerjaan IRT. Kronologis Kejadian:

Kapolres  Bangkep, AKBP Jimmy Simanjuntak melalui Kapolsek Buko,Ipda Ipda Rahim Hasan Prakasa menjelaskan kronologisnya,   Pada pukul 09.00 WITA, di rumah Lk. Yunus Soiyong Desa Leme-Leme Darat, dilaksanakan mediasi terkait persoalan keluarga yang melibatkan Sarpin.

Setelah mediasi, Sarpin pulang ke rumah dan diduga meminum racun insektisida dangke. Sarpin kemudian mendatangi Abiana Mopok, meminta tolong menjaga anaknya, dan tiba-tiba pingsan di depan rumah Abiana Mopok dengan kondisi mulut berbusa.

Hasil Pemeriksaan Medis, Setelah dibawa ke Puskesmas, Sarpin dinyatakan meninggal dalam perjalanan. Pemeriksaan medis menunjukkan beberapa temuan, termasuk nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, dan pergerakan dinding dada tidak ada. Ujarnya.

Dan  langkah-langkah yang Diambil, melakukan koordinasi dengan Pihak Puskesmas Tataba,koordinasi dengan Keluarga Korban, Koordinasi dengan Pemerintah Desa Leme-Leme Darat dan Pembuatan Berita Acara Penolakan Autopsi terhadap Korban.

Tragedi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Desa Leme-Leme Darat dan mengundang pertanyaan terkait kejadian yang mengejutkan ini.

Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sarpin dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. ( RSM ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!