IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Sulianti Murad : Berjuang Melawan KBGO Demi Kemajuan Banggai

286
×

Sulianti Murad : Berjuang Melawan KBGO Demi Kemajuan Banggai

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai, Hj. Sulianti Murad, SH M.si
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai, Hj. Sulianti Murad, SH M.si

KABAR LUWUK  – Sulianti Murad, berjuang melawan KBGO demi kemajuan Banggai. Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Banggai 2024, kekerasan berbasis gender online (KBGO) menjadi isu yang semakin meresahkan.

Salah satu calon bupati, Sulianti Murad, yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra, menjadi target ancaman potensial KBGO. Kehadiran Sulianti sebagai calon perempuan dalam Pilkada membawa berbagai tantangan, termasuk serangan yang bertujuan merusak reputasi dan kredibilitasnya. Sabtu  1/6/2024.

Berdasarkan pengamatan, ada delapan bentuk kekerasan berbasis gender online yang dilaporkan kepada Komnas Perempuan. Dari delapan bentuk tersebut, lima di antaranya diprediksi akan dihadapi oleh Sulianti Murad: pelecehan online (cyber harassment), peretasan (hacking), konten ilegal (illegal content), pelanggaran privasi (infringement of privacy), dan pencemaran nama baik (online defamation).

Pada pencalonan sebelumnya, Sulianti Murad telah mengalami berbagai bentuk KBGO. Para pelaku sering membuat dan membagikan data pribadi yang salah, seperti akun media sosial palsu, untuk merusak reputasi Sulianti.

Mereka juga memanipulasi atau membuat konten palsu, mencuri identitas, dan berpura-pura menjadi dirinya untuk menyebarkan konten yang merusak reputasi. Tidak hanya itu, para pelaku juga menyebarluaskan informasi pribadi dan membuat komentar atau postingan bernada menyerang dan meremehkan.

KBGO tidak hanya merusak reputasi dan kredibilitas Sulianti Murad sebagai calon bupati, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik dan psikisnya.

Serangan-serangan ini dapat mengakibatkan stres, kecemasan, dan perasaan tidak aman, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja dan kampanyenya.

Dampak dari serangan ini tidak bisa dianggap remeh, mengingat tekanan mental yang ditimbulkan dapat berpengaruh signifikan terhadap kemampuan Sulianti dalam menjalankan aktivitas politiknya.

Kerentanan terhadap KBGO diperkirakan akan terus berlanjut hingga selesainya Pilkada Banggai. Oleh karena itu, berbagai pihak diharapkan lebih bijak dalam berpolitik dan menghindari KBGO yang berpotensi pidana.

Diperlukan kerjasama antara pemerintah, pihak keamanan, dan masyarakat untuk mengatasi dan mencegah KBGO. Edukasi tentang dampak negatif KBGO serta peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan privasi dan keamanan digital juga menjadi langkah yang krusial.

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) merupakan ancaman nyata bagi perempuan yang terlibat dalam politik, seperti yang dialami oleh Sulianti Murad dalam Pilkada Banggai 2024.

Berbagai bentuk serangan yang bertujuan merusak reputasi dan kredibilitas harus segera ditangani dengan serius. Upaya kolektif dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi KBGO demi terciptanya lingkungan politik yang lebih aman dan adil bagi semua calon, khususnya perempuan.

Langkah-langkah preventif perlu segera diambil, termasuk pelatihan keamanan digital bagi para calon, pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas online yang mencurigakan, serta peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya etika dan keamanan dalam menggunakan internet.

Hanya dengan usaha bersama, lingkungan politik yang bebas dari KBGO bisa terwujud, memberikan kesempatan yang sama bagi semua calon untuk bersaing secara sehat dan adil dalam Pilkada Banggai 2024.

Sulianti Murad, dengan segala tantangan yang dihadapinya, tetap berkomitmen untuk terus maju dan berjuang demi kemajuan Kabupaten Banggai.

Dukungan dari masyarakat dan pihak berwenang menjadi kunci utama dalam melindungi hak-hak politik perempuan dari ancaman KBGO dan memastikan Pilkada berjalan dengan jujur dan adil.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!