IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Pencarian Petani Gaharu yang Tersesat di Hutan Ondolu Berakhir Bahagia, Selamat Ditemukan dalam Kondisi Lemas

1417
×

Pencarian Petani Gaharu yang Tersesat di Hutan Ondolu Berakhir Bahagia, Selamat Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Sebarkan artikel ini
Petani Pencari Pohon Gaharu yang Tersesat di Hutan Ondolu ditemukan Selamat
Petani Pencari Pohon Gaharu yang Tersesat di Hutan Ondolu ditemukan Selamat

KABAR LUWUK  – Pencarian Petani Gaharu yang tersesat di Hutan Ondolu berakhir bahagia, selamat ditemukan dalam Kondisi Lemas. Operasi pencarian yang dilakukan selama empat hari terhadap dua petani pencari pohon gaharu yang tersesat di hutan Ondolu, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, akhirnya berakhir bahagia pada Rabu (27/12/2023) pukul 20.50 WITA.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan kedua korban, Hartim (49 tahun) dan Suar (50 tahun), dalam keadaan selamat.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, korban ditemukan pada jarak 9,9 km heading 289° dari lokasi kejadian.

Saat ditemukan kondisi korban lemas, tim kemudian memberikan pertolongan pertama dengan melakukan pemeriksaan fisik dan memberikan oksigen.

Tim juga mengganti pakaian korban yang basah dan memberikan selimut, minuman, dan makanan.

Saat ini korban telah dievakuasi ke puskesmas Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Al Kaudzar, Koordinator Pos SAR Luwuk.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polsek Batui, Mapala Unishmuh, Mapala Untika, KPA, dan masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup, dan semua unsur SAR yang turut serta dalam pencarian diapresiasi atas upaya maksimal yang dilakukan.

Sebagai latar belakang, dua petani Gaharu tersebut tersesat di hutan Ondolu pada tanggal 19 Desember 2023, saat sedang mencari pohon Gaharu.

Identitas kedua korban adalah Hartim (49 tahun) dan Suar (50 tahun), keduanya berasal dari desa Makapa, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai.

Kejadian ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh para petani pencari pohon gaharu, terutama di daerah hutan yang mungkin memiliki medan sulit dan cuaca yang tidak dapat diprediksi.

Operasi pencarian ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara tim SAR, kepolisian, masyarakat setempat, dan kelompok peneliti alam guna meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan warga yang tersesat di hutan.

Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan kegiatan di lingkungan alam yang belum terjamah sepenuhnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *