IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Musrenbang Tahap I dan Rembuk Stunting di Banggai, Lebih dari 4.000 Usulan Program Masyarakat untuk RKPD 2025

169
×

Musrenbang Tahap I dan Rembuk Stunting di Banggai, Lebih dari 4.000 Usulan Program Masyarakat untuk RKPD 2025

Sebarkan artikel ini
BAPPEDA BANGGAI TAMPUNG 4.384 USULAN PROGRAM PADA MUSRENBANG TAHAP I
BAPPEDA BANGGAI TAMPUNG 4.384 USULAN PROGRAM PADA MUSRENBANG TAHAP I

KABAR LUWUK  – Musrenbang Tahap I dan Rembuk Stunting di Banggai, lebih dari 4.000 Usulan Program Masyarakat untuk RKPD 2025. Hingga hari ketiga pekan ini, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) RKPD Tahap I dan Rembuk Stunting di Kabupaten Banggai hampir rampung.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banggai telah berhasil melaksanakan Musrenbang Tahap I di 18 kecamatan, mencatat lebih dari 4.000 usulan program dari masyarakat. Rabu 31/1/2024.

Ketua Tim Musrenbang Tahap I Bappeda, Syahbudin Dayanun, mengungkapkan bahwa usulan-usulan tersebut telah terinput pada aplikasi SIPD-RI (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah).

Jumlah usulan aspirasi masyarakat tersebut tersebar di 24 kecamatan Kabupaten Banggai. Musrenbang kecamatan ini dilakukan dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2025.

Musrenbang Tahap I dan Rembuk Stunting memiliki tujuan menyelaraskan, mempertajam, dan mengklarifikasi kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan.

Hasilnya nantinya akan menjadi daftar kegiatan prioritas skala kecamatan. Usulan-usulan tersebut dibagi ke dalam empat kelompok, yakni bidang sosial budaya, ekonomi, infrastruktur, serta bidang pembangunan manusia dan masyarakat.

Syahbudin menjelaskan bahwa Musrenbang Tahap I ini menjadi bahan masukan bagi perangkat daerah (OPD) untuk menyempurnakan rencana kerja masing-masing. Musrenbang Tahap II dijadwalkan akan dilaksanakan pada pekan ketiga Februari 2024.

Terkait Rembuk Stunting, pihak terkait diharapkan dapat merencanakan dan mengidentifikasi usulan kegiatan pencegahan stunting secara efektif.

Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, dan seimbang, terutama di desa rawan pangan dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Anggota DPRD Banggai juga turut serta dalam Musrenbang Tahap I dengan menyampaikan pokok-pokok pikiran setelah menyerap aspirasi masyarakat melalui reses.

Enam kecamatan tersisa akan melaksanakan Musrenbang Tahap I pada hari Kamis mendatang. Semua proses ini diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat untuk perencanaan pembangunan Kabupaten Banggai tahun 2025.

Pada Musrenbang Tahap I yang berlangsung di Balai Desa Cemerlang, Kecamatan Masama, Rabu (31/1/2024), dilakukan desk atau pembahasan usulan prioritas. Proses ini melibatkan delegasi kecamatan, perangkat daerah, dan Bappeda, yang secara intens membahas kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan. Hasilnya, akan menjadi bahan masukan bagi berbagai perangkat daerah untuk menyempurnakan rencana kerja masing-masing.

Selain itu, peran anggota DPRD Banggai dalam menyampaikan pokok-pokok pikiran setelah reses menjadi langkah penting untuk mendukung representasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Dengan melibatkan pihak legislatif, diharapkan kebijakan yang dihasilkan dapat mencerminkan kebutuhan dan aspirasi langsung dari masyarakat.

Menariknya, sisa enam kecamatan yang akan melaksanakan Musrenbang Tahap I pada Kamis (1/2/2024), yaitu Kecamatan Batui, Batui Selatan, Moilong, Toili, Toili Barat, dan Toili Jaya, akan menambah keragaman usulan program yang menjadi fokus pembahasan. Ini akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kebutuhan dan aspirasi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Banggai.

Bappeda juga menonjolkan pentingnya tahapan Rembuk Stunting dalam musrenbang. Proses ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk pencegahan stunting yang efektif. Terutama, dengan penekanan pada peningkatan ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, dan seimbang di desa rawan pangan, serta kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Dengan demikian, melalui Musrenbang Tahap I dan Rembuk Stunting, Kabupaten Banggai tidak hanya merumuskan rencana pembangunan yang konkret untuk tahun 2025, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada isu kesejahteraan masyarakat, seperti pencegahan stunting. Proses ini diharapkan dapat memberikan landasan kuat untuk perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang berdaya guna dan berkelanjutan.( dksip) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!