IMIP < Bawaslu-ads
Banggai LautKABAR DAERAH

Letusan Petasan di Desa Kaukes, Korban Remaja Alami Luka Parah

261
×

Letusan Petasan di Desa Kaukes, Korban Remaja Alami Luka Parah

Sebarkan artikel ini
Korban dari letusan tersebut adalah seorang remaja bernama Ridho S, berusia 14 tahun, yang merupakan seorang pelajar SMP.
Korban dari letusan tersebut adalah seorang remaja bernama Ridho S, berusia 14 tahun, yang merupakan seorang pelajar SMP.

KABAR LUWUK  – Letusan Petasan di Desa Kaukes, Korban Remaja Alami Luka Parah. Sebuah insiden letusan petasan mengguncang kedamaian Desa Kaukes, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut.

 Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 12.35 WITA di sebuah rumah kosong yang dimiliki oleh seorang bernama Alfrit, Jumat, 16/2/2024.

Korban dari letusan tersebut adalah seorang remaja bernama Ridho S, berusia 14 tahun, yang merupakan seorang pelajar SMP.

Dia tinggal di Desa Kaukes, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut. Ridho mengalami luka parah di tangan kanan, tangan kiri, dan wajahnya akibat letusan tersebut.

Beberapa saksi turut melihat kejadian tersebut. Di antaranya adalah Santonius dan Rafelino, keduanya adalah pelajar yang tinggal di Desa Kaukes, serta Dedi Tupan, seorang pelajar lainnya.

Mereka memberikan keterangan kepada pihak berwenang untuk membantu penyelidikan.

Kronologis singkat peristiwa tersebut dilaporkan oleh Kapolsubsektor Bokan Kepulauan, Bripka Moh. Wahyu,  menurut laporan tersebut, korban bersama para saksi membuat petasan di rumah kosong milik Alfrit.

Mereka menggunakan blerang korek api sebanyak 4 pack dan 1 pack isi 10 kotal kecil korek api.

Semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam botol kecil yang sudah disiapkan. Saat korban menutup botol tersebut, terjadi ledakan yang mengakibatkan luka parah pada tubuh Ridho S.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Bungin untuk mendapatkan penanganan medis. Rencananya, Ridho akan dirujuk ke RS Banggai Laut untuk perawatan lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya penggunaan petasan tanpa pengawasan yang tepat, terutama di kalangan remaja.

Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan tindakan preventif untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.( RSM) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!