IMIP < Bawaslu-ads
KABAR NASIONAL

Kontraktor KKKS Migas Kalsul Bor 10 Sumur Eksplorasi hingga Desember 2023, Capaian 77 Persen dari Rencana

1898
×

Kontraktor KKKS Migas Kalsul Bor 10 Sumur Eksplorasi hingga Desember 2023, Capaian 77 Persen dari Rencana

Sebarkan artikel ini
Azhari Idris, kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul saat membuka kegiatan Jumpa Pers bersama Awak Media Kalsul di Balikpapan
Azhari Idris, kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul saat membuka kegiatan Jumpa Pers bersama Awak Media Kalsul di Balikpapan

KABAR LUWUK Kontraktor KKKS Migas Kalsul Bor 10 Sumur Eksplorasi hingga Desember 2023, Capaian 77 Persen dari Rencana. Sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang beroperasi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) berhasil mencatatkan prestasi signifikan sepanjang tahun 2023.

Pada kegiatan jumpa pers yang diselenggarakan di Rocket Mahakam Beach Club, Balikpapan, Jumat petang (22/12/2023), kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul, Azhari Idris, dan tim teknisnya memberikan paparan tentang progres kegiatan pengeboran yang telah dilakukan.

Untuk kegiatan eksplorasi, rencananya sebanyak 13 sumur akan dibor dalam tahun 2023,hingga pertengahan Desember, capaian telah mencapai 10 sumur atau sekitar 77 persen dari target awal. Dari 10 sumur tersebut, beberapa di antaranya menunjukkan hasil luar biasa, termasuk 1 sumur PT Mentari Pambuang (di luar perencanaan awal), 2 sumur PT Pertamina Hulu Mahakam, 1 sumur Eni North Ganal, 1 sumur Pasir Petroleum Resources, 2 sumur PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, serta 3 sumur PT Pertamina EP, termasuk sumur East Wolai 01 dan West Wolai 01 di Banggai.

Meskipun demikian, masih terdapat 3 sumur eksplorasi lainnya yang belum menjalani proses pengeboran.  Ketiga sumur tersebut melibatkan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, PT Energi Kalisat Nusantara, serta 2 sumur milik Energy Equity Epic Sengkang.

Sementara itu, kegiatan eksploitasi juga mencapai pencapaian positif. Dari 219 sumur yang direncanakan untuk dieksploitasi, sebanyak 161 sumur berhasil diambil manfaatnya, mencapai persentase sekitar 74 persen.

Capaian ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya migas di Kalsul.

Acara jumpa pers ini dihadiri oleh puluhan wartawan dari berbagai media massa di Kalimantan dan Sulawesi, yang turut menyaksikan presentasi Azhari Idris dan tim teknisnya.

Diskusi terbuka pun terjadi, memungkinkan para wartawan untuk menggali lebih dalam tentang proyek-proyek migas yang tengah berjalan di wilayah ini.

Dengan capaian positif ini, sektor migas di Kalimantan dan Sulawesi menunjukkan potensi yang terus berkembang, memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi nasional.

Tetap pantau perkembangan selanjutnya melalui laporan kami untuk informasi terkini seputar industri migas di Indonesia.

Selain membahas pencapaian progres dalam kegiatan pengeboran migas, jumpa pers tersebut juga memberikan sorotan pada aspek investasi dan dampak lingkungan yang melibatkan sektor migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul).

Menurut Azhari Idris, kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul, pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan pertumbuhan sektor migas secara ekonomi, tetapi juga menunjukkan peningkatan kepercayaan investor terhadap potensi sumber daya alam di Kalsul.

“Investasi yang ditanamkan oleh berbagai kontraktor KKKS menjadi dorongan penting bagi perekonomian regional, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Azhari.

Diskusi yang berlangsung kemudian melibatkan pertanyaan dari wartawan terkait rencana konkret untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Azhari Idris menekankan komitmen SKK Migas untuk terus berkolaborasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, dan lembaga lingkungan, dalam mengembangkan regulasi dan praktik terbaik yang mendukung keberlanjutan sektor migas.

Dengan demikian, pencapaian progres KKKS migas di Kalsul tidak hanya mencerminkan prestasi ekonomi, tetapi juga memberikan panggung untuk menggali solusi yang seimbang antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Berita ini mengajak kita untuk terus memantau dan berpartisipasi aktif dalam pembahasan seputar pengelolaan sumber daya alam, menjaga keseimbangan yang diperlukan bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.Ujarnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!