KABAR DAERAHMorowali

Komitmen IMIP Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Pendidikan Warga Bahodopi

KABAR LUWUK – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmen keberlanjutan melalui penguatan program tanggung jawab sosial (CSR).

Langkah tersebut mengiringi pesatnya pertumbuhan kawasan industri pengolahan di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam periode Januari hingga September 2026, PT IMIP memfokuskan penyaluran dukungan sosial pengembangan infrastruktur serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dua di antaranya terkait kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat dan pendidikan.

Di sektor kesehatan, PT IMIP mengedepankan pendekatan promotif dan preventif yang menyentuh level akar rumput.

Realisasi fasilitas fisik ditandai dengan renovasi Poskesdes Padabaho, pembangunan Poskesdes Labota, dan pendirian gedung Posyandu Desa Le-Le.

Bekerja sama dengan Klinik IMIP dan pemerintah desa, CSR IMIP menjangkau lebih dekat ke masyarakat. Salah satunya dengan layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan gratis.

Kegiatan ini diadakan rutin pada April, Juli, dan Agustus 2026 di Desa Bahomakmur, Fatufia, dan Labota sekaligus menggelar senam kebugaran, penyuluhan pencegahan penyakit tidak menular, pemeriksaan klinis, dan tes laboratorium dasar.

“Dari catatan Tim Pilar Kesehatan CSR IMIP, terdapat 500 jumlah kunjungan warga di layanan kesehatan ini, dan tingkat kepuasan publik mencapai 89,39%,” rinci Laurencia Kirana Larasati, Strategy and Implementation Deputy Department Head CSR PT IMIP, Rabu (23/09/2026).

Selain itu, menjawab kebutuhan pasokan kantong darah di Kabupaten Morowali, CSR IMIP bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Morowali, PMI Sultra, dan RSUD Morowali dengan menggelar aksi transfusi secara berkala.

Sepanjang Januari hingga September 2026, agenda ini menjaring kepedulian karyawan dan warga sekitar pada momen peringatan Bulan K3 Nasional, Hari Donor Darah Sedunia, dan HUT RI. Dari situ terkumpul 1.102 kantong darah untuk disalurkan ke fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sektor pendidikan, PT IMIP menerapkan strategi holistik mencakup pemenuhan tenaga pengajar, modernisasi sarana-prasarana, pembangunan fisik sekolah, hingga perluasan akses beasiswa.

Guna mengatasi keterbatasan rasio tenaga pendidik di sekolah lingkar kawasan, IMIP telah merekrut 66 orang guru berkualitas.

Tenaga pengajar ini ditempatkan secara terukur ke berbagai tingkat satuan pendidikan di sekolah IMIP dan binaan CSR di Bahodopi.

Ada delapan guru TK, 28 pengajar SD, 18 di SMP, enam di SMK, tiga pendidik di SMA, dan tiga lainnya pendampingan di Rumah Literasi IMIP.

Kompetensi tenaga pendidik pun terus diasah. Pada Mei dan Agustus 2026, IMIP menggelar pelatihan intensif pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris bagi 145 guru.

Kepada 58 kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Bahodopi, dilaksanakan pula pengembangan kapasitas kepemimpinan visioner di era transformasi digital.

Demi mempercepat proses digitalisasi dalam proses belajar-mengajar, disalurkan bantuan 12 unit komputer, proyektor, layar, dan printer ke sekolah-sekolah dasar dan unit literasi desa.

Dalam sembilan bulan terakhir, IMIP telah mendistribusikan 569 set meubelair di delapan satuan pendidikan, yaitu MTs Labota, MTs Makarti Jaya, SDN Makarti Jaya, SDN 2 Bahodopi, SDN 2 Bahomakmur, SDN Labota, SDN Lalampu, dan SDN Lerea.

Dari sisi fisik bangunan, IMIP merampungkan penambahan tujuh ruang kelas baru untuk MTs Al-Khairaat Makarti Jaya, PAUD KB Almutakabbir Labota, SDN Lerea, dan SD Ekklesia Bahodopi.

Khusus di SDN Padabaho, program pilar pendidikan CSR IMIP juga telah membangun talud pengaman. Di tingkat perguruan tinggi vokasi, PT IMIP menunjang kesiapan riset mahasiswa menghadapi standar industri.

Ini dicapai lewat penyaluran 22 jenis alat laboratorium kimia modern dan 40 macam bahan kimia ke Politeknik Industri Logam Morowali.

“Tidak hanya mengasah kompetensi manusia, peningkatan sarana fisik diperlukan untuk mengimbangi pertambahan peserta didik. Penting juga upaya mendukung keberlanjutan pendidikan yang lebih baik bagi warga di sekitar kawasan IMIP,” kata Laurencia.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan lewat rehabilitasi infrastruktur, dedikasi IMIP mendukung pendidikan di Bahodopi dijalankan secara informal lewat beragam kegiatan edukatif di Rumah Literasi IMIP di Desa Bahomakmur, Labota, dan Mbokita, juga di Balai Pasraman Bahomakmur.

Di ruang belajar publik tersebut, CSR IMIP aktif menggelar Kelas Inspiratif, serta pendidikan tematik dan karakter bagi siswa dan masyarakat umum.

“Dukungan keberlanjutan pendidikan di lingkar kawasan direalisasikan melalui program Beasiswa IMIP Bersinergi yang mendampingi 65 mahasiswa studi sarjana asal Kecamatan Bahodopi di belasan perguruan tinggi di Kota Palu, Makassar, Kendari, dan Yogyakarta,” tandas Laurencia.

Sebagai perusahaan pengelola kawasan pengolah nikel terintegrasi, IMIP memastikan pertumbuhan industri di Bahodopi berjalan beriringan dengan peningkatan mutu hidup masyarakat sekitar. (Rls)

Exit mobile version