IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Kembali Terulang,Kecelakaan Kerja Fatal di PT. KFM,BEM Untika Kecam Insiden Fatality

3466
×

Kembali Terulang,Kecelakaan Kerja Fatal di PT. KFM,BEM Untika Kecam Insiden Fatality

Sebarkan artikel ini
KECAM INSIDEN FATALITY, BEM UNTIKA; NYAWA TIDAK CUKUP DIBAYAR DENGAN SANTUNAN KEMATIAN
KECAM INSIDEN FATALITY, BEM UNTIKA; NYAWA TIDAK CUKUP DIBAYAR DENGAN SANTUNAN KEMATIAN

Nyawa tidak cukup dibayara dengan santunan Kematian

KABAR LUWUK  – Kembali Terulang,kecelakaan Kerja Fatal di PT. KFM, BEM Untika Kecam Insiden Fatality. Tragedi kecelakaan kerja yang menyebabkan satu pekerja meninggal kembali terjadi di area PT. Koninis Fajar Mineral.

Insiden ini mengejutkan, mengingat sebelumnya perusahaan ini telah beberapa kali menjadi sasaran berbagai kejadian serupa.

Kali ini, kejadian tersebut mendapat kecaman tajam dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk. Sabtu 16/12/2023.

Presiden Mahasiswa, Dandi Abidina, mengeluarkan pernyataan keras terkait insiden tersebut.

Ia menyoroti kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan dan kelalaian dari bagian K3LH.

Abidina menekankan bahwa insiden fatality bukan hanya sekadar soal belasungkawa atau uang santunan kematian, melainkan juga menyoal tata kelola lingkungan kerja dan daya dukung lingkungan yang rendah.

“Siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa? Besok siapa lagi yang harus meregang nyawa akibat kelalaian ini?” ucap Dandi dengan nada tegas.

Dalam keterangannya, Dandi juga menyayangkan sikap Pemerintah yang dinilainya kurang tegas.

Ia menuntut pemeriksaan kembali terhadap kemungkinan pelanggaran AMDAL/ANDAL/RKL maupun RPL.

Menurutnya, kurangnya sanksi berat kepada pihak investor akibat kelalaian selama ini seolah-olah mengabaikan pentingnya kehilangan nyawa tenaga kerja sebagai pelanggaran pidana yang perlu ditindaklanjuti.

“Sudah dua kali kejadian fatality, dan hingga saat ini tidak ada pihak yang bertanggung jawab secara prinsip.

Pemda Banggai bahkan Pemprov Sulteng pun tidak pernah bersikap tegas. Seolah hilangnya nyawa tenaga kerja bukan pelanggaran dan tidak punya konsekuensi pidana,” ujar Dandi.

Dandi juga mencurigai bahwa jalan hauling yang digunakan oleh perusahaan mungkin menjadi salah satu penyebab insiden tersebut.

Ia menekankan perlunya peninjauan kembali terhadap infrastruktur yang ada guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Dengan pernyataan tegas ini, masyarakat dan pihak terkait diharapkan untuk segera merespons dan mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!