Uncategorized

Jembatani Pemuda dan Industri, DSLNG Dorong Penguatan Kapasitas Pencari Kerja

KABAR LUWUK – Tantangan pemuda dalam memasuki dunia kerja semakin kompleks di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.

Keterbatasan kompetensi, sertifikasi, pengalaman kerja, hingga akses terhadap informasi peluang kerja menjadi sejumlah persoalan yang masih dihadapi tenaga kerja muda di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) melalui pelaksanaan Mini Workshop Potensi dan Tantangan Pemuda dalam Ketenagakerjaan di Maleo Conservation Center, Kecamatan Batui, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WITA tersebut merupakan kolaborasi DSLNG bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai dan Karang Taruna.

Forum ini mempertemukan unsur pemuda, pemerintah, dunia usaha, dan perusahaan untuk membahas kondisi pasar kerja sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan kapasitas pemuda.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas perwakilan Karang Taruna dan KNPI dari Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo, Camat Nambo, Sekcam Batui, serta perwakilan Yayasan Rumah Energi, DSLNG, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Banggai, Welly Ismail, dan Ketua APINDO Kabupaten Banggai, Moh. Natsir Suling, hadir sebagai narasumber.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Banggai, Wahyu Dharmawanto Maku, memberikan tanggapan dari perspektif kepemudaan.

Diskusi dipandu oleh Kepala Bidang Pelatihan Disnakertrans Kabupaten Banggai, Andi Rinaldi Setiawan.

Workshop ini menjembatani kompetensi pemuda dan kebutuhan industri melalui pembahasan kondisi pasar tenaga kerja di Kabupaten Banggai, kebutuhan kompetensi dunia usaha dan industri, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan pemuda, termasuk pelatihan, sertifikasi, pemagangan, dan layanan ketenagakerjaan.

Forum dialog ini tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi pemuda dengan kebutuhan pasar kerja.

Forum ini turut memperkuat komunikasi dan jejaring antara karang taruna, pemerintah, dunia usaha, dan DSLNG dalam mendorong pengembangan tenaga kerja muda.

Sebagai tindak lanjut, para pihak akan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan kapasitas pemuda, khususnya di bidang vokasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan dan daya saing pemuda lokal dalam merespons kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Bagi DSLNG, penguatan kapasitas pemuda merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional kilang DSLNG. (Rls)

Exit mobile version