KABAR LUWUK — Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menggelar kegiatan sosialisasi rencana tanggap darurat kebencanaan di Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri Field Senior Manager JOB Tomori Abidzar Akman, QHSE Senior Manager JOB Tomori Romy Irvan Prasetyo, Kepala Pos SAR Luwuk Liberatus, Sekretaris BPBD Kabupaten Banggai Nurlela Abdullah, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Rahmawati Ibrahim, Danramil Kapten Inf. Supartono, Kepala Subsektor Batui Selatan Ipda Thamrin, serta Kepala Desa Masing Satuwo A. Tahang.
Field Senior Manager JOB Tomori Abidzar Akman mengatakan, pihaknya akan mendorong terbentuknya sejumlah desa siaga bencana sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan di wilayah kerja perusahaan.
“JOB Tomori siap memberikan dukungan penuh guna meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat kebencanaan di wilayah kerja,” kata Abidzar.
Sementara itu, QHSE Senior Manager JOB Tomori Romy Irvan Prasetyo menekankan pentingnya latihan secara berkelanjutan. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus terus dilatih agar masyarakat dan seluruh pihak mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
“Kesiapsiagaan tanggap darurat kebencanaan harus senantiasa dilatih, sehingga masyarakat dan semua pihak dapat memahami apa saja yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Safety Saction Head JOB Tomori Muhamad Fatoni memberikan materi tentang penanggulan bencana serta memperkenalkan apa itu gas baik manfaat dan bahaya serta langkah pencegahan.
Kepala Desa Masing Satuwo A. Tahang menyampaikan, Desa Masing saat ini memiliki 1.939 jiwa penduduk yang tersebar dalam 661 kepala keluarga. Kondisi masyarakat yang majemuk dengan keberadaan sejumlah suku menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana.
Ia berharap seluruh masyarakat Desa Masing memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Satuwo juga menyampaikan sejumlah capaian Desa Masing. Dari 291 desa di Kabupaten Banggai, Desa Masing tercatat sebagai desa mandiri pada 2022, desa cerdas pada 2023, serta menjadi salah satu desa dengan pelunasan pajak tercepat. Desa Masing juga meraih capaian dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat nasional pada 2026.
Sekretaris BPBD Kabupaten Banggai Nurlela Abdullah mengatakan, kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari mitigasi kebencanaan.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada JOB Tomori yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi dan simulasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti simulasi skenario gempa bumi yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka-luka, jembatan putus, kebakaran, serta kerusakan parah pada sejumlah fasilitas.
Dalam skenario tersebut, perangkat desa melakukan manajemen penanganan risiko dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan serta penanggulangan pascabencana.
Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi tersebut, diharapkan masyarakat, pemerintah desa, perusahaan, serta unsur terkait lainnya semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga apabila bencana benar-benar terjadi, khususnya di wilayah Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan, proses evakuasi, penanganan korban, hingga pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. (IkB)
