IMIP < Bawaslu-ads
Derap Nusantara

Gubernur Sulteng : Terapkan GNPIP Dengan Tanam Lahan Tak Produktif

303
×

Gubernur Sulteng : Terapkan GNPIP Dengan Tanam Lahan Tak Produktif

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK, PALU  – Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menyatakan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dapat diterapkan antara lain dengan menggencarkan penanaman di lahan yang tidak produktif.

“Tanami lahan yang tidak produktif atau produktif dengan tanaman-tanaman yang rentan menjadi sumber inflasi seperti cabai, cabai merah, dan bawang merah,” kata Rusdy usai peluncuran GNPIP di Palu, Senin. 

Menurut Gubernur Sulteng, program GNPIP dapat diimplementasikan sesuai harapan, dengan mengoptimalkan peran masing-masing kepala daerah agar melakukan upaya antara lain mendorong masyarakat untuk menanami lahan dengan tanaman pangan seperti cabai dan sayur mayur.

Selain itu, ujar dia, peran yang dapat dioptimalkan melalui kepala daerah adalah mendorong seluruh kepala desa untuk mengalokasikan 30 persen dari dana desa untuk kegiatan-kegiatan pengendalian inflasi pangan.

Sedangkan untuk masyarakat, Gubernur mengajak untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) dalam mengelola lahan non-produktif menjadi lahan produktif komoditas pangan yang strategis.

“Agar target-target pengendalian inflasi dapat sukses dicapai yang mengacu pada kerangka 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi,” ucap Rusdy. 

Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan berdasarkan survei terakhir yang dilakukan BI, inflasi secara nasional pada Oktober 2022 diperkirakan mencapai 5,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Survei kami yang terakhir menunjukkan bulan Oktober yang sebentar lagi akan tutup, inflasi hanya sedikit turun ke 5,8 persen secara tahunan,” tuturnya.

Inflasi pada Oktober 2022 diperkirakan sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi pada September 2022 yang mencapai 5,95 persen (yoy), oleh karena itu secara bulanan, BI memperkirakan inflasi akan mencapai 0,05 persen yang disumbang oleh kenaikan harga bensin sebesar 0,06 persen dan tarif angkutan dalam kota sebesar 0,04 persen.

Oleh karena itu, Dody menyebut upaya untuk mengendalikan inflasi baik dari sisi pasokan maupun permintaan adalah dengan menggelar GNPIP di berbagai wilayah dan meningkatkan suku bunga acuan.

“Karena jangan sampai membentuk ekspektasi inflasi yang dibentuk masyarakat, bisa jadi berbahaya kalau tidak diatasi secara cepat,” jelas Dody. ( Antara ) ***


Oleh : Muhammad Izfaldi/Muhamad Arysandy
Editor : M Razi Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!