IMIP < Bawaslu-ads
Banggai KepulauanKABAR DAERAH

Camat Tinangkung Bangkep, Kekhawatiran Terhadap Stunting Masyarakat

642
×

Camat Tinangkung Bangkep, Kekhawatiran Terhadap Stunting Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Camat Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan, Umara Pundeng Ali. S. Pd. SH. MH,
Camat Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan, Umara Pundeng Ali. S. Pd. SH. MH,

KABAR LUWUK  – Camat Tinangkung Bangkep, Kekhawatiran Terhadap Stunting Masyarakat. Umara Pundeng Ali. S. Pd. SH. MH, menyampaikan kekhawatiran terhadap permasalahan stunting yang masih merajalela di wilayahnya.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri pelantikan aparat desa Bongganan Kecamatan Tinangkung Bangkep pada Kamis, 3 Agustus 2023.

Dalam pidatonya, Camat Tinangkung mengakui bahwa selama dua tahun menjabat, masih banyak hal yang harus diselesaikan di pemerintahan kecamatan maupun desa.

Namun, ia juga mengaku merasa tidak sanggup melaksanakan tugasnya sebagai camat Tinangkung karena banyak hal yang bertentangan dengan hati nuraninya.

Menurutnya, terdapat kesenjangan antara apa yang diinginkan oleh masyarakat dan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah.

Salah satu contoh yang disoroti oleh Camat Tinangkung adalah masalah stunting di beberapa desa. Saat melakukan evaluasi di Desa Ambelang, Kecamatan Tinangkung Bangkep,

Ia menemukan bahwa belum ada bantuan yang memadai untuk masyarakat yang menderita stunting.

Beberapa warga yang mengalami stunting hanya mendapatkan satu bungkus biskuit selama tujuh bulan, padahal dana untuk pencegahan stunting sudah mulai disebar oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Camat Tinangkung juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bertanggung jawab atas penanggulangan stunting di kabupaten.

Meskipun sering berbicara tentang pentingnya pencegahan stunting, nyatanya beberapa masyarakat di wilayahnya belum menerima bantuan yang memadai.

Dari bulan Januari hingga Juli, baru ada satu bungkus biskuit yang diberikan melalui dana DAK (Dana Alokasi Khusus) dari puskesmas.

Menurut Camat Tinangkung, model pencegahan stunting yang dilakukan saat ini belum efektif karena belum merata dan tidak mencapai semua warga yang membutuhkan.

Ia menyoroti bahwa ada sebelas orang di Desa Ambelang yang belum menerima bantuan apa pun selama tujuh bulan.

Hal ini tentunya menjadi hambatan dalam upaya untuk mengurangi kasus stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam mengakhiri pidatonya, Camat Tinangkung berharap agar pemerintah pusat dan daerah dapat meningkatkan koordinasi dalam menangani permasalahan stunting.

Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan merata sehingga semua masyarakat yang membutuhkan dapat mendapatkan bantuan yang tepat guna untuk mencegah dan mengatasi stunting.

 Ia juga berharap agar masyarakat dapat lebih peduli terhadap isu ini dan mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas di masa depan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!