BanggaiKABAR DAERAH

BPJS Kesehatan Luwuk Paparkan Implementasi JKN, Cakupan Peserta Capai di Atas 98 Persen

×

BPJS Kesehatan Luwuk Paparkan Implementasi JKN, Cakupan Peserta Capai di Atas 98 Persen

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Luwuk menggelar kegiatan media gathering tahun 2026 dengan tema “Kolaborasi Tepat dan Cepat di Era Digital”.

Kegiatan ini menjadi ajang pemaparan capaian serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Luwuk, Mitra Akbar, menyampaikan materi terkait implementasi Program JKN di wilayah Kabupaten Banggai dan sekitarnya.

Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan berkualitas melalui tata nilai INISIATIF, yakni Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif.

BPJS Kesehatan Luwuk Paparkan Implementasi JKN, Cakupan Peserta Capai di Atas 98 Persen

“Integritas menekankan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Sementara kolaborasi berarti membangun kepercayaan, relasi, serta sinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Cakupan Peserta dan Wilayah Layanan
Wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Luwuk meliputi Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Tojo Una-Una, Morowali, dan Morowali Utara.

Seluruh wilayah tersebut telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan kepesertaan di atas 98 persen.

Per 1 April 2026, cakupan peserta tercatat lebih dari 98 persen dengan tingkat keaktifan rata-rata 93 persen.

Secara rinci, beberapa capaian daerah antara lain:
Morowali Utara: 163.277 peserta, keaktifan 97,73%
Tojo Una-Una: 177.382 peserta, keaktifan 94,44%
Morowali: 224.700 peserta, keaktifan 96,14%
Banggai Kepulauan: sekitar 138.000 peserta, keaktifan 89,5%
Banggai Laut: 78.883 peserta, keaktifan 85,65%

Fasilitas Kesehatan
Dari sisi layanan, total fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah kerja mencapai 115 fasilitas tingkat pertama (FKTP), yang didominasi oleh 92 puskesmas, serta didukung klinik pratama, klinik TNI/Polri, dan fasilitas lainnya.

Sementara itu, fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) berjumlah 12 rumah sakit dan klinik utama, di antaranya RSUD Luwuk, RSUD Morowali, RSUD Ampana, RSUD Kolonodale, hingga RSUD Banggai.

Pembiayaan Layanan Kesehatan
Dalam aspek pembiayaan, realisasi biaya pelayanan kesehatan periode 2024 hingga Maret 2026 mencapai sekitar Rp1,003 triliun.

Sebagian besar atau sekitar 70 persen pembiayaan didominasi oleh layanan rawat jalan di fasilitas kesehatan.

Jaminan Layanan Obat
BPJS Kesehatan juga menegaskan bahwa dalam pelayanan FKTP maupun FKRTL, peserta tidak dibebankan untuk mencari obat apabila terjadi kekosongan. Fasilitas kesehatan tetap bertanggung jawab menyediakan solusi bagi peserta.

Dukungan Digitalisasi
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Banggai, Lesmana P Kulap, memaparkan inovasi Super Apps Banggai Digital Service.

Aplikasi ini merupakan bagian dari digitalisasi layanan publik untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan, termasuk sektor kesehatan.

Harapan Kolaborasi
Mitra Akbar berharap dukungan seluruh pihak, termasuk media, dalam menyukseskan program JKN. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan informasi digital BPJS Kesehatan melalui kanal media sosial resmi @bpjscabangluwuk.

“Kami terus berupaya meningkatkan mutu layanan dan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang optimal,” tutupnya. (Ikb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *