Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAHTerkini

Warga Tolisu Ditemukan Tidak Bernyawa Terapung di Perairan Kelurahan Tanjung Tuwis

3329
×

Warga Tolisu Ditemukan Tidak Bernyawa Terapung di Perairan Kelurahan Tanjung Tuwis

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK, BANGGAI – Warga Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai pada Minggu (5/4/2020) sekira pukul 09.00 wita dikejutkan dengan penemuan sesosok perempuan yang sudah tidak bernyawa mengapung di perairan sekitar. Perempuan yang belakangan diketahui bernama Sutriani (35) warga Unit XIV Desa Tolisu, Kecamatan Toili itu kemudian dievakuasi ke darat untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Luwuk guna dilakukan visum et repertum.

Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto yang dimintai keterangannya oleh media ini membenarkan adanya temuan mayat yang terapung di perairan Kelurahan Tanjung Tuwis itu. Mayat perempuan itu ditemukan nelayan yang sedang mencari ikan di perairan tersebut. Saat ditemukan Sutriani masih mengenakan baju kaos berwarna hijau dan celana pendek.

Kepada polisi saat itu Noprianto (40) yang merupakan suami korban menjelaskan, pada hari Sabtu (4/4/2020) dia bersama istrinya itu berangkat dari Tolisu menuju Luwuk dengan menumpang kendaraan umum. Sesampainnya di Luwuk mereka menginap di rumah kerabatnya yang ada di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan. Belum lama berada di Maahas, Sutriani menghilang dari rumah yang membuat Norianto dan kerabatnya kebingungan dan kemudian berupaya melakukan pencarian. Berdasarkan informasi warga sekitar bahwa mereka melihat korban menuju pantai dan mandi di laut padahal diketahui bahwa Suriani tidak bisa berenang. Mendapat informasi itu Noprianto kemudian meminjam pelampung berupa ban karet dan berusaha menyelamatakan istrinya yang tenggelam. Saat itu korban sudah tidak sadarkan diri dan sempat dibawa ke Puskesmas Simpong guna mendapatkan perawatan medis.

Diterangkan lebih lanjut oleh Kapolres Banggai, usai mendapat perawatan itu, keduanya kembali ke rumah kerabat di Kelurahan Maahas. Pada keesokan harinya tepatnya sekira pukul 02.00 wita dini hari, perempuan Sutriani kembali menghilang dari rumah. Saat itu Noprianto kembali mencari keberadaan istrinya, namun hingga pagi hari belum juga ditemukan. Pada sekira pukul 08.00 wita seorang nelayan yang sedang mencari ikan mengabarkan bahwa telah melihat sesosok mayat yang terapung di perairan Kelurahan Tanjung Tuwis dan informasi itu kemudian disampaikan ke anggota Polsek Luwuk. Anggota Polsek Luwuk bersama petugas KPLP berangkat ke lokasi menggunakan speedboat guna melakukan evakuasi. Sesampainya di lokasi kemudian jasad Sutriani di evakuasi ke darat, selanjutnya di lakukan identifikasi oleh Noprianto yang membenarkan jasad itu merupakan istrinya.

Guna memastikan penyebab kematian korban maka polisi kemudian membawa jasadnya ke RSUD Luwuk guna dilakukan visum et repertum. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau luka akibat kekerasan.

“Benar telah ditemukan sesosok mayat perempuan di Kelurahan Tanjung Tuwis, menurut keterangan suami korban bahwa sejak empat bulan terakhir ini korban mengalami gangguan jiwa atau stress bahkan beberapa kali berupaya melakukan upaya percobaan bunuh diri dengan mengiris tangannya dengan pisau termasuk menenggelamkan diri namun saat itu upaya korban berhasil diselamatkan,” terang Kapolres Banggai kepada www.kabarluwuk.com.

Masih dalam penjelasan Kapolres Banggai, korban bersama suaminya datang ke Luwuk untuk melakukan pengobatan terhadap sakit yang diderita Sutriani. Korban diketahui memiliki tiga orang anak balita, bahkan satu anak mereka baru berusia empat bulan.

“Besar kemungkinan korban meninggal dunia akibat tidak bisa berenang saat menyeburkan diri ke laut karena depresi ( gangguan jiwa-red) yang di derita sejak 4 bulan terakhir. Setelah di lakukan visum luar oleh pihak medis  RSUD , pihak keluarga korban menerima atas kematian tersebut dan di cantumkan dalam surat penyataan untuk selanjutnya akan membaw korban ke kampungnya guna di kebumikan,” pungkas perwira dua melati ini. (IkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *