KABAR LUWUK, BANGGAI – Belum adanya penjelasan resmi dari pihak Pertamina EP terkait kematian secara mendadak salah seorang security bernama I Ketut Nuriadita (49) saat tengah berada di dalam pos jaga pada Jumat (22/5/2020) menimbulkan sejumlah asumsi di masyarakat. Walau sebagian menyebutkan karena dugaan hipertensi atau serangan jantung namun warga lainnya menduga adanya dugaan tindak pidana bahkan ditengarai karena terpapar corona.
Kematian korban yang secara mendadak itu sudah barang tentu membuat sejumlah warga bertanya-tanya, pasalnya saat hendak berangkat kerja koban dalam keadaan sehat. Bahkan sempat bercanda dan sejumlah rekannya ditempat kerja. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan saat itu kondisi tubuh korban cukup tinggi dari biasanya bahkan korban saat ditemukan dalam pos jaga dalam keadaan kejang-kejang.
\
“Untuk tim kesehatan gugus tugas Kabupaten bisa segera melakukan pemeriksaan rapid tes kepada seluruh karyawan Pertamina EP, karena siapa mau memastikan bahwa tidak ada OTG yang terpapar dan beraktivitas dilingkungan Pertamina EP maupun lingkungan sekitar, ini demi kesehatan dan keselamatan, serta produktivitas perusahaan,” kata Kiki.
Belum lagi tidak adanya pertanyaan remsi dan baru sebatas asumsi sehingga membuat kematian I Ketut Nuriadita menimbulkan ke khawatiran warga sekitar. Mereka meminta pihak Pertamina EP segera melakukan uji rapid tes menyeluruh baik terhadap keluarga korban maupun seluruh karyawan yang ada di Pertamina EP.
Usulan itu tentu saja mendapat sambutan masyarakat di wilayah Kecamatan Toili Barat yang tidak menginginkan wilayah mereka kebobolan dan terpapar virus corona. Pasalnya tidak ada pihak yang berani menjamin bahwa di perusahaan itu tidak ada Orang Tanpa Gejala atau Orang Dengan Resiko (ODR) yang telah terpapar covid dan tidak berpotensi menyebarkan penyakit itu sebelum dilakukan tes rapid bahkan hingga ketingkat swab.
“Siapa berani menjamin? Makanya untuk memastikan hal itu ya perlu dilakukan rapid tes bahkan kalau perlu sampai ketingkat swab. Kita tidak ingin wilayah Toili Barat jadi wilayah pandemi corona jika upaya pencegahan tidak dilakukan sejak saat ini,” kata salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada juga pernyataan resmi dari pihak Pertamina EP, hanya saja menurut informasi bahwa rilis terkait peristiwa kematian security itu tengah disusun tim humas. (IkB)
