IMIP < Bawaslu-ads
Banggai KepulauanKABAR DAERAH

Warga Dapat Bantuan 40 Unit Tandon Air untuk Antisipasi Krisis Air Bersih

400
×

Warga Dapat Bantuan 40 Unit Tandon Air untuk Antisipasi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Komba Komba Kecamatan Bulagi Kabupaten Bangkep Dapat Bantuan 40 Unit Tandon Air untuk Antisipasi Krisis Air Bersih

Kabar Luwuk – Warga Dapat Bantuan 40 Unit Tandon Air untuk Antisipasi Krisis Air Bersih. Pemerintah Desa Komba-Komba Kecamatan Bulagi Kabupaten Bangkep Sulawesi Tengah memberikan bantuan berupa puluhan tandon air kepada warga sebagai langkah antisipasi terhadap krisis air bersih yang sering terjadi saat musim kemarau.

Bantuan ini merupakan hasil alokasi dana desa tahun 2023 dengan total anggaran sebesar Rp.48.000.000 yang dialokasikan pada Pelaksanaan Pembangunan Desa, bertujuan agar masyarakat dapat langsung merasakan manfaat dari dana desa yang ada.

Kepala Desa Komba-Komba, Ogrisman Kalaeng, SH, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan 40 unit tandon air dilakukan kepada 40 kepala keluarga warga Komba-Komba.

Proses penyerahan tersebut dilaksanakan di kantor desa pada tanggal 14 Juli 2023 dan disaksikan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, Pemerintah Desa Komba-Komba, dan para penerima bantuan.

Desa Komba-Komba termasuk salah satu desa di wilayah kecamatan Bulagi yang sangat terdampak saat musim kemarau, sehingga krisis air bersih sangat dirasakan oleh warganya dan menyulitkan pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.

Ketersediaan air bersih sangat penting bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, pemerintah desa mengalokasikan dana desa guna membeli tandon air.

Harapannya, tandon air tersebut dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan air bersih yang akan dipergunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat.

Dalam tahap awal ini, sebanyak 40 unit tandon air dibagikan kepada warga. Keberadaan bantuan ini sangat disambut gembira oleh warga karena memang sangat dibutuhkan. Jika warga harus membeli sendiri, biaya yang harus dikeluarkan sangatlah besar.

 Adapun penerima bantuan telah didata secara teliti, mengingat tandon air tersebut tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.

Bantuan ini harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku, karena menggunakan dana dari pemerintah.

“Meskipun jumlahnya sedikit dibandingkan dengan jumlah warga yang membutuhkan, namun bantuan ini direncanakan akan berkelanjutan sebagai bagian dari program pengadaan air bersih untuk penanggulangan kekeringan,” ujar Kepala Desa Komba-Komba.

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Desa Komba-Komba ini diharapkan dapat memberikan solusi dan bantuan yang nyata bagi warga dalam menghadapi krisis air bersih.

Program pengadaan tandon air merupakan salah satu upaya konkrit untuk mengatasi masalah kekeringan dan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Diharapkan dengan adanya tandon air ini, warga dapat lebih mudah mengakses air bersih yang sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari, terutama selama musim kemarau yang rawan mengalami krisis air bersih.(RS)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!