BanggaiKABAR DAERAH

Putu Andre, Dosen FEB Untika Masuk Tiga Penulis Terbaik dalam Lomba Esai dan Reportase Tahun 2026

×

Putu Andre, Dosen FEB Untika Masuk Tiga Penulis Terbaik dalam Lomba Esai dan Reportase Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – I Putu Andre Juliana, seorang dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, berhasil meraih prestasi membanggakan.

Ia terpilih sebagai salah satu dari 3 Penulis Terbaik dalam ajang Lomba Menulis Esai dan Reportase 2026.

Kompetisi ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Syukuran Aminuddin Amir Foundation dan Yayasan Babasal Mombasa.

Mengusung tema besar “Catatan Kecil dari Banggai”, perlombaan ini bertujuan untuk menggali potensi, gagasan, dan cerita mendalam mengenai wilayah Banggai Bersaudara.

Melalui seleksi dan penilaian karya yang ketat, lomba ini diikuti oleh 35 peserta pada tahap awal. Setelah melalui proses kurasi, terpilihlah 12 penulis terbaik yang selanjutnya mendapatkan pembinaan intensif serta sesi revisi karya bersama tim juri.

Putu Andre, Dosen FEB Untika Masuk Tiga Penulis Terbaik dalam Lomba Esai dan Reportase Tahun 2026

Usai proses penjurian yang ketat dan penuh pertimbangan, panitia akhirnya mengumumkan 3 penulis terbaik pada Jumat, 24 Juli 2026 di Hotel Estrella Luwuk.

I Putu Andre Juliana sukses meraih juara 2 lewat esai inovatifnya yang berjudul “Pariwisata Banggai Tumbuh dan Bercerita”.

Putu Andre menekankan bahwa sektor pariwisata di Banggai tidak boleh hanya bertumpu pada pesona keindahan alam semata.

Menurutnya, daya tarik visual harus diperkuat oleh narasi atau cerita (storytelling) yang berkembang melatarbelakangi setiap destinasi tersebut agar memiliki nilai yang lebih mendalam.

Putu Andre menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian ini. Ia melihat kompetisi ini sebagai wadah nyata untuk menyumbangkan ide demi kemajuan wilayah.

“Saya sangat bersyukur dengan capaian ini. Ini adalah bentuk kontribusi gagasan untuk daerah Banggai,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa aktivitas menulis merupakan perwujudan nyata dari kewajiban akademisnya.

“Menulis dan meneliti adalah bagian tak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus terus dirawat dan dijalankan oleh seorang dosen,” pungkas Putu Andre. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *