IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Proyek Pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan Ditarget Produksi Tahun 2025

331
×

Proyek Pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan Ditarget Produksi Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Proyek Pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan Ditarget Produksi Tahun 2025
Proyek Pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan Ditarget Produksi Tahun 2025

KABAR LUWUK – Pengelolaan blok migas Senoro-Toili selama 20 tahun ke depan telah disetujui pemerintah kepada PT Medco E&P bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Tomori E&P Limited (TEL) sebagai kontraktor migas untuk wilayah kerja tersebut.

Kendati perpanjangan ini terhitung efektif baru mulai pada 4 Desember 2027, namun persetujuan diberikan lebih awal karena PT Medco E&P bersama PHE dan TEL akan mengembangkan blok baru Senoro Selatan.

Proyek Pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan Ditarget Produksi Tahun 2025

Bahkan proyek pengembangan lapangan gas senoro selatan ini telah ditargetkan bisa berproduksi pada akhir tahun 2025. Dengan tujuan dapat menambah plateau period Blok Senoro – Toili.

Visnu C Bhawono selaku Relation, Security dan Community Developmant Manager JOB Tomori kepada media ini menyampaikan. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemindahan rig dari Jurang emas menuju cluster B. Pemindahan itu berkaitan dengan rencana pengeboran cluster B yang direncanakan akan mulai pada 1 Juni 2024 sampai Juni 2025.

“Setelah semua peralatan kita pindahkan yang kurang lebih waktunya sekira tiga minggu selanjutkan akan dilaksanakan tajak atau pengeboran yang dimulai pada bulan Juni mendatang. Untuk tiga lokasi Clusber B, Cluster 6 sama cluster 3,” Jelas Visnu C Bhawono.

Proyek Pengembangan Lapangan Gas Senoro Selatan Ditarget Produksi Tahun 2025

Untuk pemasangan pipa direncanakan akan dimulai pada bulan Februari 2025 hingga Oktober 2025. Diperkirakan panjang pipa nanti sekira 17 kilometer meliputi wilayah Kecamatan Moilong dan Kecamatan Batui Selatan. Untuk Kecamatan Moilong terdiri dari sembilan desa, Desa Saluan Cluster B berupa pemboran dan pipa. Desa Toili pemasangan Pipa, Desa Slamet Harjo Cluster 5 dan 6 berupa pemasangan pipa.

Desa Sidoharjo pemasangan pipa, Desa Sumber Harjo Cluster 5 dan 3 pemasangan pipa juga Desa Moilong pemasangan pipa. Khusus Desa Karang Anyar, Sido Makmur dan Mulyo Harjo hanya kegiatan mobilisasi.

“Di Kecamatan Batui Selatan itu ada empat desa yakni Desa Sonorang berupa pipa laut dan mobilisasi, Desa Paisubuloli CPP dan mobilisasi, Desa Bone Balantak dan Gori-Gori juga mobilisasi,” tambah Helmy Nugroho selaku Drilling manager JOB Tomori.

JOB Tomori kata Visnu C Bhawono optimis seluruh rangkaian proyek pengembangan lanpangan gas senoro selatan bakal berjalan tepat waktu dan bisa berproduksi pada tahun 2025.

“Anggaran sudah disetuji, perizinan sudah didapatkan, dukungan pemerintah daerah sudah diberikan. Saat ini kami berkoordinasi dengan forkopincam dan warga mensukseskan proyek itu melibatkan tenaga kerja lokal, pemberdayaan usaha lokal. Semua sudah on going sebagian besar desa-desa mendukung,” katanya.

Visnu C Bhawono berharap proyek ini bisa sukses sesuai OTOBOSOR  yakni on time berupa ketepatan waktu, on budget sesuai anggaran, on schedul sesuai tata waktu, on return yakni sesuai imbalannya dalam rangka memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional.

“ Harapannya semua itu tanpa ada kecelakaan, karena seberhasil apapun itu dalam OTOBOSOR kalau ada kecelakaan sekecil apapun akan mengurangi nilai. Dengan harapan terpenuhinya target dalam kontrubusi ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Terkait tenaga kerja proyek pengembangan lapangan gas senoro selatan ini nantinya akan menyerap kurang lebih 600 hingga 700 tenaga kerja yang diperkirakan puncaknya mulai bulan Februari 2025 hingga Juni 2025.

Meningat rangkaian kegiatan proyek ini beresiko tinggi maka nantinya rekruitmen tenaga kerja harus memenuhi standar keahlian khusus. Semisal pengelasan dibutuhkan tenaga ahli yang memili standar 5G sementara tenaga kerja lokal yang belum lama ini mendapatkan pelatihan kerjasama JOB Tomori dan Disnakertran baru pada standar 3G. Kendati demikian demi pelibatan tenaga kerja lokal maka para pekerja berstandar 3G nantinya akan diberikan pelatihan lanjutan agar nantinya memenuhi standar itu.

“Untuk tenaga skil nantinya sekira 80 persen dan non skil itu 20 persen. Karena rangkaian kegiatan ini semuanya beresiko tinggi maka dibutuhkan tenaga skil dibidangnya masing-masing,” jelas Ahmad Budiarjo selaku Project Manageri JOB Tomori. Selain penyerapan tenaga kerja, proyek pengembangan lapangan gas senoro selatan ini diharapkan dapat menimbulkan multi player efek baik terhadap ekonomi maupun peningkatan sumber daya manusia. (IKB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!