IMIP < Bawaslu-ads
Banggai KepulauanKABAR DAERAH

Pemdes Basosol Gencarkan Aksi Rembuk Stunting untuk Masa Depan Sehat

458
×

Pemdes Basosol Gencarkan Aksi Rembuk Stunting untuk Masa Depan Sehat

Sebarkan artikel ini
Buat Kebijakan Pencegahan, Pemdes Basosol Gelar Rembuk Stunting
Buat Kebijakan Pencegahan, Pemdes Basosol Gelar Rembuk Stunting

KABAR LUWUK  –  Pemdes Basosol Gencarkan Aksi Rembuk Stunting untuk Masa Depan Sehat. Pemerintah Desa Basosol, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), telah sukses menggelar rembuk stunting pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Acara ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Rakyat Desa Basosol dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas PMD Bangkep, Dinas Kesehatan, Camat Liang, Pj. Kades Basosol, BPD, Pendamping Desa, serta lembaga desa lainnya.

Pj. Kepala Desa Basosol, Suaebu Malida, menegaskan pentingnya rembuk stunting ini sebagai bagian dari instruksi langsung pemerintah pusat berdasarkan regulasi yang ada.

“Rembuk stunting ini sifatnya wajib dilaksanakan di setiap desa karena diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat berdasarkan regulasi,” ujarnya.

Permasalahan stunting menjadi perhatian utama pemerintah karena dampaknya yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia. Stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak.

Oleh karena itu, Suaebu Malida menekankan pentingnya program ini dilakukan secara konvergen, yaitu terpusat, terpadu, dan terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor.

“Mengingat urgensi persoalan stunting ini, maka diwajibkan bagi desa untuk menuangkan dalam RKP Desa dan APBDes guna memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting. Langkah ini diambil dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam kegiatan ini, fokus utama adalah mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh pada anak.

Pj. Kepala Desa Basosol menekankan bahwa pencegahan dan penanganan stunting adalah salah satu komitmen penting pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Dalam kegiatan rembuk stunting ini terdapat output usulan dari permasalahan yang selama ini terjadi pada pelaksanaan penanganan stunting tingkat Desa Basosol,” tutup Suaebu Malida.

Rembuk stunting ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret yang dapat segera diimplementasikan untuk menurunkan angka stunting di Desa Basosol.

Keterlibatan berbagai pihak dalam rembuk ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah desa, dinas terkait, serta masyarakat, upaya penanganan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, membawa dampak positif bagi masa depan anak-anak di Desa Basosol. ( RSM ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!