Korupsi Proyek Sanitasi Desa Jaya Bakti, Cabjari Pagimana Sita Sejumlah Barang Bukti

  • Bagikan

KABAR LUWUK, BANGGAI – Pasca penetapan tiga orang tersangka kasus dugaan tindak pidana proyek pembuatan sarana MCK “Liang Tahi” di Desa Jaya Bakti Kecamatan Pagimana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Sanitasi tahun 2018 oleh Cabang Kejaksaan Negeri Banggai di Pagimana. Selasa (14/12/2021) Kacabjari Pagimana Musmulyadi, SH memimpin jajarannya melakukan penyitaan sejumlah barang bukti.

Kepada media ini Musmulyadi mengungkapkan, setelah pihaknya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Maka proses selanjutnya yakni melakukan penyitaan sejumlah barang bukti. Pada hari itu Cabjari Banggai di Pagimana melakukan penyitaan barang bukti di kelompok KSM Samudra Jaya dalam duganaan tindak pidana pembangunanan septiktank desa jaya bakti TA 2018, berupa 83 batang pipa instalasi  bak yang tidak terpasang, kemudian 20 karung biofilter yang tidak terpasang sampai saat ini.

“Kita barusan melakukan penyitaan sejumlah barang bukti sebagai tindaklanjut penyidikan dugaan tipikor pembangunan di Desa Jaya Bakti. Sebelumnya kita telah menetapkan tiga orang ersangka dalam kasus itu yakni PPK pada Dinas PUPR berinisial HP, Tim Fasilitator Lapangan berinisial CL yang Surat Keputusannya ditunjuk oleh PUPR serta satu tersangka lainnya yakni ketua kelompok KSM Samudera Jaya berinisial BL,” ucap Musmulyadi.

Diceritakan Kacabjari Pagimana, proses penanganan perkara tindak pidana itu awalnya berdasarkan dari laporan masyarkat. Pihaknya menemukan kegiatan yang bersumber dari dana DAK bidang sanitasi tahun 2018 di lapangan bermasalah. Kemudian pihaknya pada tahun 2020 melakukan penyidikan dan pada dua hari yang lalu telah menerima penghitungan hasil kerugian keuangan negara berupa Laporan Hasil Penghitungan (LHP) telah terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp403 juta.

Disebutkan Musmulyadi, rencana pelaksanaan proyek itu dibangun sekitar 20 unit, namun dalam proses pelaksanaan terdapat   dua unit yang tidak dikerjakan sama sekali termasuk ada 2 unit yang belum selesai serta ada item-item pekerjaan lainnya yang tidak dilaksanakan dan tidak berfungsi.

“Sampai saat ini keterangan saksi-saksi dari pihak KSM yang suda diperiksa menyebutkan 20 yang dibangun belum ada yang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga asas manfaat dari pembangunanan  belum ada. Kerugian keuangan negara dari kegiatan ini sebelumnya telah kita terima dengan nilai kerugian empat ratus jutaan,” tambah mantan Kasi Intel Kejari Banggai ini.

Ketiganya kata Kacabjari Pagimana dikenakan pasal 2 pasal 3  UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam waktu dekat ini Cabjari Pagimana akan melakukan penyidikan secara maraton melengkapi berkas perkara tindak pidana korupsi kasus tersebut. Hanya saja sampai saat ini ketiga tersangka belum dilakukan penahanan. (IKB)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *