IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Kepedulian Job Tomori Pada  Lamri   Warga Sumberharjo Manfaatkan Kotoran Sapi Jadi Gas Rumah Tangga

347
×

Kepedulian Job Tomori Pada  Lamri   Warga Sumberharjo Manfaatkan Kotoran Sapi Jadi Gas Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Sumberharjo Kecamatan Moiling, Lamri telah menunjukkan Proses Pembuatan Gas dari Kotoran Sapi

“Berkat Bimbingan dan Latihan Dari Job Tomori  Lamri Bisa Menggunkan Gas Kotoran Sapi sudah  5 tahun.”

 Penulis  : Imam Muslik  ( Jurnalis )

KABAR LUWUK, BANGGAI  – Biogas merupakan salah satu produk yang bisa dibuat dari kotoran sapi, di dalam kotoran ternak terdapat metan ( CH) yang dapat diolah menjadi gas yang disebut sebagai Biogas. Biogas dari kotoran sapi dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggai, seperti memasak dan penerangan.

Hal tersebut sudah dilakukan oleh warga desa Sumberharjo kecamatan Moilong Kabupaten Banggai bernama Lamri  (46 tahun ) kepada awak media menuturkan bahwa penggunaan kotoran sapi untuk bahan gas telah ditekuni sejak terjadi kelangkaan gas rumah tangga, dan berkat bantuan Job Tomori sebagai bapak angkat dalam membangun tempat pengolahan bahan kotoran sapi hingga menjadi gas rumah tangga semua disupport oleh perusahaan Job Tomori Kabupaten Banggai. Senin  26/12/2022.

Awal mula pembuatannya kotoran Sapi dimasukan dalam mesin pemutar dengan perbandingan 1 :1   yakni 1 kilo kotoran hewan dan 1 kilo air lalu diaduk dan setelah hancur kran langsung dibuka untuk masuk kebak penampung, dengan melalui bangunan reaktor yakni berbentuk kubah biogas  untuk menjadi gas dengan melalui instalasi yang dibuat hingga ke dapur, sedangkan menurut Lamri sejak menggunakan gas dari kotoran hewan sangat aman dan tidak takut meledak sebagaimana gas yang dipakai saat ini. Ujarnya..

Lamri mengatakan bahwa dengan mengubah kotoran menjadi biogas nilai ekonomi dari limbah ternak ini jadi meningkat dan biaya kebutuhan bahan bakar dapat berkurang, selain itu cara pembuatan biogas sebenarnya cukup muda, kata Lamri hanya perlu menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, dan kotoran yang sudah tercampur dengan air atau isian serta dimasukkan ke alat pembuat biogas akan mengalami pembusukan yang terdiri dari atas dua tahap yaitu proses aerob dan proses anaerob.

Alat Pengukuran Tekanan Gas ditunjukkan Lamri Pada Dapur rumahnya

Lanjut Lamri  proses pembuatan gas melalui kotoran sapi sangatlah simple dan mudah serta  posisi keran gas kontrol dan keras gas pengeluaran yang tersalur ke kompor dalam keadaan tertutup. Hal ini berfungsi agar proses fermentasi bahan organik berlangsung dalam kondisi anaerob. Gas pertama yang terbentuk tidak bisa langsung digunakan karena masih bercampur dengan gas dan udara. Ujarnya.

Dan semua ini tak terletas dari adanya bantuan Job Tomori yang telah mensuport pembangunan tempat pengolahan Biogas dari kotoran sapi, sehingga dengan ilmu serta dorongannya kami bisa menggunakan gas yang ramah lingkungan dan bisa digunakan hingga saat ini. Terima kasih Job Tomori semoga tetap jaya dan sukses Selalu. Ungkap  Lamri kepada Awak Media.

Lamri sedang Memperagakan Gas dari Kotorran untuk Dihidupkan dan hasilnya Memuaskan Apinya Biru menyala

Sementara Relation, Security & ComDev Manager JOB Tomori, Visnu Cekti Bhawono menyampaikan bahwa, JOB Tomori berkomitmen memberdayakan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar area operasi, yang bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sesuai dengan kebutuhan warga dan kemampuan perusahaan. Ujarnya.

“Semoga program pemberdayaan yang dijalankan JOB Tomori dapat bermanfaat untuk masyarakat, bukan hanya saat ini, namun manfaatnya bisa berkesinambungan hingga anak cucu nanti,” Tutup  Visnu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!