Panduan dan Bahan Pembelajaran Berbasis Mitigasi Bencana

oleh -

KABAR LUWUK, PALU – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyadari betul pentingnya mitigasi bencana pasca terjadinya peristiwa gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018. Guna mengajarkan bagaimana memitigasi bencana diterbitkanlah buku panduan dan bahan pembelajaran mitigasi bencana alam berbasis kearifan lokal terintegrasi kurikulum 2013. Buku yang diterbitkan pada bulan Mei 2019 bertujuan agar para guru dapat memandu anak didiknya terkait mitigasi bencana.

Salah satu tim penulis buku panduan dan bahan pembelajaran Iksam Djorimi Arkeolog di Museum Kota Palu yang ditemui media ini menyebutkan, lahirnya buku panduan itu didasari oleh rasa keprihatinan tentang bagaimana memitigasi bencana ketika bencana terjadi. Sengaja pada buku panduan itu dipilih berbasis kearifan lokal karena sejak dahulu para orang tua telah mengajarkan bagaimana menghadapi bencana melalui penyampaian mulut kemulut secara turun temurun atau dalam bahasa Kaili disebut Tutura.

Iksam mengatakan, lahirnya buku ini didasari hasanah pengetahuan lokal yang dipunyai oleh leluhur dari generasi ke generasi yang sudah semakin kurang. Sehingga kurang mendapat transformasi pengetahuan hingga terjadi peristiwa bencana tahun lalu itu. Padahal  katanya ada pengetahuan itu namun hanya dimiliki oleh beberapa komunitas saja.  Padahal pengetahuan ini bisa jadi milik semua orang dan harusnya dibagikan sebagai mitigasi bencana.

“Jadi motivasi saya adalah sharing pengetahuan,  pesan dalam buku itu yakni ada tiga hal yang harus dijaga manusia yakni hubungan dengan pencipta, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan alam. Ketiganya itu harus dijaga agar tetap seimbang agar berjalan dengan baik,” tuturnya.

Arkeolog dan Museolog ini berharap saya segala ilmu atau pengetahuan yang dimiliki oleh leluhur mereka khususnya berbau mitigasi bencana alam bisa dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat saat ini dan masa yang akan datang.

“Ada dua pesan yang ingin kita sampaikan dalam buku itu yaitu pesan praktis dan pesan moral, pesan praktisnya mengenal tanda tanda alam, pesan moralnya menjaga kelakuan baik,” tambah Iksam.

Menurutnya selain buku panduan guru, akan ada tindak lanjut berupa lembar kerja siswa yang merupakan penjabaran dari buku panduan ini. Tindak lanjut pemerintah tidak berhenti sampai disini dan buku panduan ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh lintas sektoral. Dikbud katanya hanya leading sector dalam hal penyebarluasan pengetahuan, namun ketika bencana terjadi termasuk penanganganannya ada pada kewenangan instansi lainnya. (ikb)