Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Jangan Beri Ruang Mafia BBM Di Toili

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Langkah penertiban SPBU oleh Kapolsek Toili IPTU Candra mendapat dukungan banyak pihak. Pimpinan Cabang Mumammadiyah Toili, Heri Abdurahman mengatakan pihaknya mendukung langkah yang dilakukan jajaran Polsek Toili dalam menindak SPBU di wilayah mereka.

Ketua Pimpinan Cabang Muhamadiayah Toili menerangkan,sudah sangat perlu ada penindakan mafia BBM di wilayah Toili. Kelangkaan BBM serta antrian panjang merupakan salah satu indikasi adanya mafia BBM yang berdampak pada tingginya harga jual ditingkat pengecer.

“Jelas ada mafia BBM, sehingganya perlu ditindak tegas. Akibatnya Petani dan Nelayan yang menjadi korban seperti saat ini berupa kelangkaan BBM dan tingginya harga eceran, kami meminta Kapolsek Toili segera menangkap para mafia ini,” katanya.

Dikatakan Heri Abdurahman, langkah kepolisian dalam hal ini Polsek Toili kami beri apresiasi, namun penertiban ini perlu tindakan selanjutnya, menurut Heri banyak masyarakat kecil mencari rejeki dari berjualan BBM eceran, sehingganya ada perlakuan khusus kepada mereka mengingat warga yang hanya memerlukan BBM seliter atau dua liter tidak perlu mereka harus ke SPBU, misalkan warga dari Toili Barat yang cukup jauh ke SPBU.

Adanya mafia BBM kata Heri menguntungkan mafia yang memiliki kendaraan roda empat yang leluasa mengantri BBM ketimbang masyarakat kecil yang menggunakan jerigen, ini sering terjadi ditahun-tahun sebelumnya.

“Rekomendasi saya anggap bukan satu-satunya solusi bagi pengantri BBM menggunakan jerigen, tetapi pihak SPBU yang perlu ditertibkan karena bisa saja luput dari pengawasan, karena rekomendasi juga pernah diberlakukan dan hasilnya tidak maksimal,” tambahnya.

Menurutnya Polsek Toili perlu menertibkan para mafia ini, mengingat para mafia BBM katanya merupakan bagian pemasok kepada pedagangan eceran. Heri menurutkan, sebagai solusi pihaknya berharap ada sebuah sistem di SPBU yang salah satunya bisa menggunakan kartu yang menggunakan ID Number yang secara otomatis tercatat dengan sistem, sehingga pembeli BBM tidak dapat mengisi duakali dan kapasitas yang sudah diatur peruntukannya. Kalau hal tersebut sulit direalisasikan kami berharap adanya SPBU khusus untuk petani dan nelayan, sehinga para petani ketika akan mengolah sawahnya tidak kesulitan dalam memperoleh BBM. Jirgen katanya tetap dilayani tetapi selagi ada kendaraan yang isi BBM diutamakan kendaraan terlebih dahulu baru pengisian isi jirgen. (Marzuki Bayu)