Warga Keluhkan Material Jalan PT Pertamina Asset 4 di Bukit Makarti Rusak Areal Persawahan

oleh -

PT Pertamina Asset 4 Sebut Curah Hujan Sangat Tinggi Jadi Penyebab Kerusakan Jalan

KABAR LUWUK, BANGGAI – Eksplorasi mencari sumber daya alam yang sejatinya dilakukan dengan berpedoman pada ramah lingkungan ternyata tidak sejalan dengan apa yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Donggi-Matindok Field dilingkungan asset 4 yang berpusat di CPP Donggi Kecamatan Toili Barat, Kecamatan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Areal lahan persawahan warga di Desa Bukit Makarti, Kecamatan Toili Barat rusak akibat adanya material jalan yang meluber hingga ke persawahan warga. (Foto : Istimewa)

Faktanya sejumlah areal persawahan dan pendukungnya di Desa Bukit Makarti, Kecamatan Toili Barat  rusak akibat akses jalan perusahaan plat merah menuju sumur itu meluber hingga ke areal persawahan warga.

Mesak Kamisi dalam akun facebooknya Gareth Amega berkicau saat ini hujan deras dan banjir tengah melanda, sehingga areal persawahan warga yang ada dibawah jalan akses masuk ke Wolai-002 menjadi rusak akibat material jalan yang masuk dalam persawahan. Pada statusnya itu Mesak Kamisi menyebutkan pihak PT pertamina Asset 4 wajib bertanggungjawab. Ia juga mempertanyakan komitmen PT Pertamina EP Donggi-Matindok Field dilingkungan asset 4 CPP Donggi tentang enviro dalam menjaga lingkungan di sekitar area migas. Karena buktinya sampai saat ini tidak ada konfirmasi untuk perbaikan ataupun pembuatan tanggul jalan.

Baca Juga  Karyawan JOB Tomori dan Mitra Kerja Distribusikan 22 Ekor Sapi Qurban
Jalan masuk ke Sumur wolai 002 di Bukit Makarti ini tidak dilengkapi tanggul sehingga saat curah hujan tinggai, material jalan langsung masuk ke lahan pertanian warga. (Foto : Istimewa)

“Mana komitmen mu # Pertamina terlebih #Aset 4 jangan hanya cerita koar2 masalah Enviro dan menjaga lingkungan di sekitar area migas buktinya sampai sekarang tidak ada konfirmasih untuk perbaikan atau pun pembuatan talut irigasi,,ko cuma di gali begitu aja,,,segitu besarka modal yg engkau mau keluarkan hanya untuk melakukan perbaikan,” tulis Gareth Amega di akun facebooknya.

Legal & Relation Staff PT Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field, Ardhian mengatakan, curah hujan tinggi membuat  jalan masuk sumur eksplorasi Pertamina EP di Toili Barat rusak. Curah hujan sangat tinggi sejak awal bulan Juni katanya melanda wilayah Kabupaten Banggai menyebabkan kerusakan jalan dengan diameter kerusakan kurang lebih 5 meter di jalan masuk Sumur Wolai-002 di Desa Bukit Makarti, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai. Namun demikian, kerusakan tersebut tidak sampai total mengganggu kegiatan keluar masuk menuju lokasi.

Baca Juga  Arogan, Penertiban PPKM Nyaris Berujung Ricuh

“Kerusakan jalan di jalan masuk wolai-002 tersebut tidak membuat akses keluar masuk kendaraan terhambat.” Imbuh Ardhian selaku Legal & Relation Staff PT Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field.

Sumur Wolai-002 sampai saat masih berstatus sebagai sumur eksplorasi sehingga pengelolaannya belum secara penuh dikelola oleh PT Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field, namun demikian sebagai field terdekat dengan lokasi setiap ada informasi atau permasalahan terkait asset Pertamina EP baik itu status asset eksplorasi maupun produksi akan tetap disampaikan kepada fungsi terkait.

Sesuai koordinasi dan informasi yang diperoleh dari tim eksplorasi, perbaikan sudah dimulai  beberapa waktu lalu serta sempat   disaksikan oleh pemilik lahan yang terkena material jalan rusak. Dikarenakan curah hujan yang masih cukup tinggi di Toili Barat. Hingga saat ini kami berharap tidak mengganggu jalannya proses perbaikan jalan dimaksud sehingga dapat kembali normal seperti sebelumnya. (IKB/Marjuki Bayu)