KABAR LUWUK – PT Panca Amara Utama (PT PAU) terus mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi warga lokal melalui program pelatihan keterampilan kerja di bidang industri, khususnya Scaffolder dan Rigger.
Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia lokal agar memiliki keterampilan teknis, pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Melalui pelatihan yang dilengkapi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), warga lokal mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan profesional sekaligus memperkuat daya saing dalam memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus.
Dalam program pelatihan Scaffolder, sebanyak 14 orang peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pembelajaran teori secara daring selama dua hari dan praktik lapangan selama satu hari.
Materi teori mencakup regulasi K3 di lingkungan kerja, prosedur keselamatan bekerja di ketinggian, identifikasi potensi bahaya, pengenalan standar komponen perancah (scaffolding), serta dasar-dasar pemasangan dan pembongkaran perancah secara aman.
Selanjutnya, peserta menjalani praktik lapangan untuk mengaplikasikan materi yang telah dipelajari, termasuk perakitan dan pemasangan perancah, pemeriksaan kelayakan perancah, serta penerapan prosedur pembongkaran sesuai standar operasional yang berlaku.
Rangkaian pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya penerapan K3 dalam pekerjaan.
Sementara itu, pelatihan Rigger atau juru ikat beban diikuti oleh 15 orang warga lokal.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari secara daring, terdiri atas dua hari pendalaman materi dan satu hari uji kompetensi.
Materi yang diberikan meliputi K3 industri, perhitungan beban dan penggunaan alat bantu angkat, teknik pengikatan beban, penggunaan aba-aba komunikasi (hand signals), pengendalian beban, serta administrasi dan pelaporan pekerjaan Rigger.
Pada tahap uji kompetensi, peserta menjalani asesmen mandiri, peninjauan portofolio kerja, serta wawancara teknis bersama asesor BNSP.
Seluruh peserta dari kedua program pelatihan tersebut telah menerima sertifikat kompetensi BNSP.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa program pengembangan kapasitas tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi.
Melalui program ini, PT PAU berharap semakin banyak warga lokal yang memiliki keterampilan dan kualifikasi sesuai kebutuhan dunia industri.
Kompetensi di bidang Scaffolder dan Rigger menjadi bekal penting bagi tenaga kerja, terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, keterampilan teknis, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja.
Program pelatihan dan sertifikasi ini juga mencerminkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia lokal sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang saling mendukung antara industri dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT PAU berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai inisiatif pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, dengan mengedepankan aspek keselamatan, profesionalisme, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
Dengan bekal keterampilan dan sertifikat kompetensi BNSP, warga lokal diharapkan memiliki peluang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam dunia kerja serta meningkatkan daya saing di sektor industri. (Rls)
