KABAR LUWUK – Setelah dua hari pencarian, lima orang yang mengalami hilang kontak saat berlayar menggunakan long boat Rembulan di perairan Toropot, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (16/10/2026) dini hari.
Kelima korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR menggunakan KN SAR Bhisma. Selanjutnya, mereka dibawa menuju Pelabuhan Luwuk untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Palu, Muh. Rizal, S.H., CAI.C.Mtr., dalam laporan perkembangan operasi SAR menyampaikan bahwa seluruh korban berhasil ditemukan pada pukul 01.17 WITA.
Sebelumnya, tim SAR menerima informasi dari kapal pajeko pada Kamis (15/10/2026) pukul 22.37 WITA. Informasi tersebut menyebutkan bahwa long boat Rembulan beserta lima orang di dalamnya berada di sebuah rompong.
Setelah menerima informasi tersebut, KN SAR Bhisma bergerak menuju lokasi dengan jarak sekitar 27 mil laut untuk melakukan evakuasi.
Tim kemudian menemukan seluruh korban pada koordinat 0°56’11.34″S – 124°27’49.14″E. Kelima korban dinyatakan selamat dan selanjutnya dievakuasi menuju Pelabuhan Luwuk.
Adapun kelima korban masing-masing Rikandi Bardi (42), Rudding (34), Rusia (41), Khalisa (3), dan Rilan (5). Dalam perjalanan tersebut, Rikandi diketahui bersama istri dan kedua anaknya.
Berangkat dari Toropot Menuju Tolokibit
Peristiwa hilang kontak itu bermula pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, kelima korban berangkat dari Desa Toropot menuju Desa Tolokibit, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, menggunakan long boat Rembulan.
Di tengah perjalanan, kondisi cuaca berkabut menyebabkan kapal kehilangan arah. Situasi semakin sulit ketika persediaan logistik dan bahan bakar mulai menipis. Telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi juga kehabisan daya sehingga para korban tidak dapat dihubungi.
Keluarga bersama masyarakat dan nelayan setempat kemudian berupaya mencari keberadaan kapal dan seluruh penumpangnya.
Informasi kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari Nurlita, pihak keluarga korban, pada Rabu (14/10/2026) pukul 13.08 WITA. Tim SAR Banggai Laut langsung melakukan upaya pencarian setelah menerima laporan.
Memasuki hari kedua pencarian, Kamis (15/10/2026), operasi diperkuat dengan penambahan alat utama SAR berupa KN SAR Bhisma untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan.
Operasi SAR Resmi Diusulkan Ditutup
Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, yakni Tim Rescue USS Balut, Tim Rescue Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, Polres Banggai Laut, Babinsa, BPBD Banggai Laut, pihak keluarga, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Bhisma, rigid buoyancy boat (RBB) Basarnas, dua unit perahu nelayan, dan kendaraan penyelamat.
Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat serta diserahkan kepada keluarga di Pelabuhan Luwuk, Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing.
Keberhasilan ini mengakhiri pencarian terhadap lima orang yang sebelumnya hilang kontak di perairan Toropot. Sinergi tim SAR, aparat, keluarga, serta masyarakat dan nelayan setempat menjadi bagian penting dalam upaya menemukan seluruh korban. (Rls)
