Korem 132/Tadulako Siapkan 3.000 Personil Bantu Pengamanan Pilkada di Sulteng

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, Wali Kota dan Bupati sudah mulai berjalan. Untuk memastikan seluruh tahapan hingga pelantikan nanti berjalan aman dan lancar, diperlukan adanya jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Olehnya itu untuk membantu Polda Sulteng sekira 3.000 personil TNI AD jajaran Korem 132/Tadulako disiapkan membantu pengamanan Pilkada itu. Hal itu diungkap Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita kepada sejumlah wartawan usai memimpin serah terima jabatan Dandim 1308/LB.

Dijelaskan Danrem, pihaknya siap membantu Polri dalam mengamankan jalannya Pilkada serentak di wilayah Sulawesi Tengah. Salah satu kesiapan yakni menyediakan personil yang jumlahnya di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah yang melaksanakan Pilkada.

Baca Juga  Lagi, IMIP Kirim Bantuan Atasi Kelangkaan Oksigen

“Kita siapkan tiga ribuan personil jajaran Korem 132 Tadulako untuk membantu Polri dalam hal ini Polda Sulteng mengamankan jalannya Pilkada serentak. Jumlahnya kita sesuaikan dengan kebutuhan. Kendalinya semua ada di masing-masing Kodim,” ujar Danrem kepada KabarLuwuk.Com.

Saat ini kata Kolonel Inf Agus Sasmita, pihaknya tengah menyusun rencana kebutuhan personil yang akan dilibatkan dalam pengamanan Pilkada di Sulteng. Hal itu nantinya mendasari permintaan bantuan personil dari Polda Sulteng sebagai dasar pelibatan personil TNI AD.

“Jumlahnya bisa saja bertambah tergantung nanti permintaan dari Polda Sulteng. Intinya TNI AD dalam hal ini Korem 132 Tadulako siap membantu mengamankan jalannya pesta demoktasi itu,” tambah perwira tiga melati ini.

Baca Juga  Gubernur Sulteng Meminta BPR Ikut Peran Dalam Meningkatkan Perekonomian Dalam Penyaluran Kredit UMKM

Pada kesempatan itu Danrem 132/Tadulako memastikan jajarannya wajib bersikap netral dalam semua tahapan Pilkada. Selaku Dandem dirinya bakal menindak tegas jajarannya jika kemudian hari ditemukan dan terbukti adanya anggota TNI AD terlibat politik praktis. (Marjuki Bayu)