IMKK Minta Pemerintah Bangun Tanggul Atasi Abarasi Pantai Mondonun

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Abrasi pantai di wilayah Kecamatan Kintom khususnya di Kelurahan Mondonun sudah terjadi sejak tahun 2005, namun hingga kini terabaikan sehingga menyebabkan sejumlah rumah terdampak. Olehnya itu Ikatan Mahasiswa Kecamatan Kintom (IMKK) bersama seluruh elemen masyarakat yang ada di Kelurahan Mondonun meminta agar pemerintah segera membangun tanggul. Bahkan guna menyuarakan aksinya sejumlah anggota IMKK melakukan aksinya penggalangan dana sekaligus menyuarakan harapan masyarakat di jembatan Mendono.

Sakti Kodratulah Asil, salah satu peserta aksi kepada media ini menyebutkan, mereka turun kejalan melakukan aksi terdiri dari IMKK serta pemuda Kecamatan Kintom dan KPA Jeram. Aksi itu untuk penggalangan dana sekaligus menyuarakan kembali pembangunan tanggul yang selama ini Cuma diberi janji.

Baca Juga  Tim Resmob Gagak Peling Polres Bangkep Tangkap Residivis Terduga Pencuri HP di Luwuk

“Aksi ini merupakan aksi penggalangan dana sekaligus berharap pemerintah merealisasikan pembangunan tanggul. Jangan banyak dijanji. Penggalangan dana ini sudah tiga hari, dapat sekira dua juta lebih,” kata Sakti.

Diterangkan pemuda Kintom ini, akibat abrasi itu terjadi sejumlah kerusakan, seperti tembok rumah, belakang rumah (dapur) dan pagar yang ambruk. Untuk saat ini rumah terdampak paling parah berjumlah lima rumah. Rencananya dana yang terkumpul akan diberikan kepada warga terdampak dan selanjutnya memperbaiki rumah terdampak abrasi itu.

Menurut mereka, selama ini pemerintah kelurahan dan kecamatan telah mengusulkan pengadaan pembangunan tanggul itu kedalam pembahasan Musrembang ditingkat kecamatan maupun kabupaten. Bahkan pihak Kelurahan Mondonun telah mengajukan permohonan pembangunan tanggul kepada dinas PUPR dengan tindak lanjut turun lapangan melakukan peninjauan dan pengukuran. Hanya saja sampai saat ini pembangunan tanggul itu belum juga terealisasi.

Baca Juga  Legenda Tano Sampaka

“Kami dari IMKK beserta elemen pemuda sebagai keterwakilan rakyat menyuarakan keluhan-keluhan masyarakat agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan tanggul,” tambah Sakti.

Aksi itu mendapat apresiasi warga khususnya terdampak abrasi, mereka berharap agar pemerintah tidak saja memberikan janji melainkan bukti. (Marjuki Bayu)