Cuek Jaga Jarak, ODP Covid-19 di Sulteng Meningkat 200 Persen, Positif Terkonfirmasi Jadi Lima Orang

oleh -

KABAR LUWUK, PALU – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Virus Disease (Covid-19) pertanggal 6 April 2020 berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi  Kebencanaan Nasional (Pusdatina) Sulawesi Tengah naik sebesar 200 persen dari jumlah sebelumnya hanya 112 orang menjadi 363 orang. Demikian juga jumlah terkonfirmasi positif naik menjadi lima orang dari sebelumnya empat orang dengan jumlah kematian sebanyak dua orang.

Berdasarkan data pertanggal 5 April 2020 itu disebutkan terkonfirmasi positif empat orang, meninggal dua orang, ODP 112 orang, PDP 26 orang. Namun berdasarkan data pertanggal 6 April 2020 jumlah terkonfirmasi positif menjadi lima orang, meninggal dua orang, ODP meningkat drastis dengan jumlah ODP 363 dan jumlah PDP 29.

Baca Juga  ESSA PT Panca Amara Utama Kembali Gelar Vaksinasi Tahap Kedua Untuk Karyawan dan Masyarakat Sekitar

Drs Mohammad Haris Kariming jubir Pusdatina Pemprov Sulteng menyebutkan penambahan jumlah terkonfirmasi positif itu setelah Dinas Kesehatan menerima surat hasil laboratorium Makassar yang mengkonfirmasi pasien PDP yang meninggal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar terkonfirmasi positif corona. Sehinganya tim Pusdatina gugus tugas Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan ke gugus tugas Nasional untuk mengubah tabulasi jumlah terkonfirmasi menjadi lima orang.

Lebih lanjut Haris Kariming menambahkan, terkait meningkatnya jumlah ODP yang mencapai 200 persen itu merupakan hasil survilance gugus tugas Covid-19 Sulteng terhadap para keluarga, kerabat dan teman-teman yang kontak dengan pasien PDP yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil laboratorium.

“Ayo tetap jaga jarak, ayo lawan corona, ayo dukung pemerintah dengan berdiam diri dirumah masing-masing,” kata Haris Kariming.

Baca Juga  IMIP Dorong Rehabilitasi Mangrove Hadapi Global Climate Change

Diperkiran jumlah ODP, PDP bahkan pasien positif Covid-19 di Sulteng akan terus bertambah jika masyarakat tidak patuh dalam menjalankan physical distancing atau jarak fisik padahal menjaga jarak fisik sangatlah penting dilakukan di tengah pandemi global yang masih terjadi saat ini. (IkB)