Ahmad Miftah, GM JOB Tomori: Perlu Optimalkan Penyerapan Gas oleh DSLNG dan PAU

oleh -
GM JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi Ahmad Miftah. (foto: dokumentasi JOB Tomori)

KABAR LUWUK, BANGGAI – DUA dasawarsa sudah JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi terbentuk. JOB ini adalah badan kerja sama operasi yang dibentuk berdasarkan production sharing contract (PSC) antara PT Pertamina Hulu Energi (sebagai operator) dan PT Medco E&P Tomori Sulawesi (sebagai kontraktor). Hal ini mengacu pada PSC Senoro-Toili Block (JOB PSC) untuk melaksanakan kegiatan operasi perminyakan di blok tersebut. JOB-PSC Blok Senoro-Toili diteken pada 4 Desember 1997.

Kontribusi JOB Pertamina-Medco Tomori sangat terasa setelah minyak dan gas diproduksikan dari lapangan Senoro. JOB Pertamina-Medco Tomori merupakan salah satu kontributor bagi PT Pertamina Hulu Energi dan juga sektor hulu migas nasional. Untuk mengetahui bagaimana kinerja JOB Pertamina-Medco Tomori sepanjang Januari-September 2020, wartawan Dunia Energi Dudi Rahman mewawancarai Ahmad Miftah, General Manager JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi, Selasa (13/10). Berikut kutipannya.

Bisa dijelaskan realisasi produksi JOB Tomori hingga kuartal III 2020?

Realisasi produksi JOB Tomori hingga kuartal III 2020 adalah sebesar 331 MMSCFD untuk gas dan 7.849 BCPD untuk minyak. Semuanya dikontribusikan dari lapangan Senoro.

Baca Juga  Malam Ini, Bantuan Oksigen IMIP Grup Menuju Palu

Apakah realisasi produksi tersebut sesuai dengan WP&B 2020?

Realisasi tersebut mencapai 117% target WP&B (Work Plan & Budget) 2020 untuk produksi gas dan 119% target WP&B 2020 untuk produksi kondensat.

Dibandingkan dengan realisasi produksi kuartal III 2019?

Realisasi produksi kuartal III 2020 lebih besar dibandingkan realisasi produksi kuartal III 2019, yaitu naik sebesar 125% auntuk produksi gas dan 122% untuk produksi kondensat.

Artinya, target produksi tercapai?

Alhamdulillah, target WP&B produksi gas dan kondensat JOB Tomori hingga kuartal III 2020 dapat tercapai.

Benarkah JOB mengalami kendala soal buyer gas?

Pembeli utama JOB Tomori adalah PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) dan PT Panca Amara Utama (PAU) dan hingga kuartal III 2020 pengambilan gas dari kedua pembeli tersebut di atas target. Satu pembeli gas yang belum siap menyerap adalah PLN, namun dengan performa yang baik dari pembeli lainnya, belum siapnya PLN tidak terlalu mempengaruhi pencapaian target RKAP.

Apa solusi Anda agar masalah buyer gas bisa diselesaikan?

Baca Juga  Polsek Nuhon Amankan Pelaku Penghinaan Almarhum Habib Saggaf Muhammad Aljufri

Permasalahan PLN adalah terkait dengan infrastruktur pembangkit yang belum selesai, sementara di sisi JOB Tomori, seluruh insfrastruktur penyaluran gas sudah siap. Saat ini JOB Tomori terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari jalan keluar terkait serapan dari PLN.

Apakah Anda yakin target dalam WP&B 2020 akan terealisasi?

Insya Allah, sesuai prognosa, target WP&B 2020 akan tercapai di pengujung tahun.

Apa strategi Anda di kuartal IV ini agar produksi JOB Tomori sesuai proyeksi?

Ada dua. Pertama, menjaga kehandalan operasi untuk mempertahankan penyaluran gas. Kedua, berkoordinasi dengan DSLNG dan PAU untuk dapat menyerap gas secara optimal guna mencapai target dalam WP&B.

Bagaimana dengan realisasi ABI dan ABO hingga kuartal III 2020?

Realisasi belanja modal (capex) pada kuartal III sebesar US$94 ribu, sedangkan belanja operasi (opex) US$33,5 juta. Pelaksanaan proyek investasi terkendala kondisi Covid-19 sehingga berpengaruh terhadap mundurnya jadwal proyek.

Bagaimana dengan proyeksi revenue JOB pada 2020? Apakah akan sesuai proyeksi?

Kami memproyeksikan gross revenue sebesar US$489,21 juta pada akhir 2020, atau sekitar 82% dari target WP&B. JOB Tomori tak lagi jadi perusahaan terafiliasi dengan PT PHE seiring kebijakan Pertamina (Persero) menjadikan PHE sebagai upstream subholding. JOB kini dibawah koordinasi PT Pertamina EP Cepu sebagai penanggungjawab regional 4 (Jawa Bagian Timur dan Indonesia Bagian Timur).

Baca Juga  Ketahanan Keluarga Berbasis Sumberdaya Pembangunan Desa

Apakah penempatan JOB sebagai bagian dari Regional 4 sudah final?

Terkait hal ini Pertamina (Persero) yang lebih tepat untuk memberikan jawaban.

Apakah legal-formal terkait JOB sebagai KKKS di bawah PHE sudah dialihkan ke PEPC sebagai koorinator Regional 4 PHE?

Proses transisi status JOB Tomori dari sebelumnya di bawah PT PHE berubah dialihkan ke PEPC merupakan ranah kedua business entity tersebut dalam pelaksanaannya.

Bagaimana dengan status pekerja di JOB? Bukankah di JOB Tomori ada 2 status pekerja, yaitu Pertamina dan Medco? Status pekerja di JOB Tomori, saat ini masih tetap sama, ada tiga status pekerja yaitu pekerja perbantuan Pertamina, pekerja perbantuan Medco, dan pekerja yang direkrut langsung oleh JOB Tomori. (sumber : dunia-energi.com)