BanggaiKABAR DAERAH

Aditya Lolana, Dulu Jengkel Catur, Kini Juara DSLNG Chess Master 2026

KABAR LUWUK – Pecatur muda, 26 tahun, asal Luwuk, Aditya Lolana, berhasil menjadi Juara dan dinobatkan sebagai DSLNG Chess Master 2026. Ia menjuarai turnamen kategori Catur Cepat 10 menit (Rapid) DSLNG Chess Master 2026 yang digelar PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) 24-29 Oktober 2026 lalu, dengan catatan tidak terkalahkan sepanjang 16 pertandingan dalam 32 ronde hingga babak final tanpa melalui pertandingan dan ronde penentuan tambahan yang diikuti 64 peserta se Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Di Babak Grand Final, Ia mengalahkan juara bertahan DSLNG Chess Master 2025, Afrin Mulalat, asal Nambo dengan dua ronde langsung melalui kemenangan di ronde pertama dan hasil remis di ronde terakhir. Ini adalah partai pembalasan setelah di Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Banggai di Juli 2025 lalu, Ia dikalahkan Afrin di babak final.

Adit, panggilan akrabnya, berhasil memenangkan tujuh pertandingan di Babak Penyisihan Grup 64 Besar yang terdiri dari 8 grup dengan kemenangan mutlak 14 poin dari 14 ronde dari 7 lawan dan menjadi juara Grup F. Di Babak Penyisihan Grup 32 Besar yang terdiri dari 4 grup, Adit kembali menjadi juara di Grup 2 dengan kemenangan sempurna 14 poin atas 7 pesaing berbeda. DSLNG Chess Master 2026 menjalankan format turnamen dengan sistem Double Round Robin, di mana setiap pertandingan dimainkan dalam dua ronde dengan bergantian menggunakan bidak hitam dan putih hingga final. Setiap kemenangan memperoleh satu poin dan 0,5 poin untuk hasil remis.

Di pertandingan terakhir Grup 2, Adit berhasil menjuarai grup dan melaju ke Semifinal setelah kemenangan mutlak 2 poin atas Reskyanto Ibrahim yang menjadi runner up Grup 2 dengan melakukan salah satu pengorbanan gajah hitam yang epik untuk membongkar pertahanan dan menghilangkan benteng lawannya hingga menyerah.

Di Semifinal, Ia mengalahkan Andi Muchtar Saputra dengan kemenangan mutlak 2 poin dan mengantarnya ke Grand Final menghadapi Afrin Mulalat yang mengalahkan Ramlan Abdullah yang menjadi Juara 3.

Keberhasilan Adit menjuarai DSLNG Chess Master 2026 dengan 31 kemenangan dan hanya sekali remis di Grand Final mengukuhkan catatan rekor sebagai satu-satunya pecatur tanpa kekalahan di turnamen ini. Ini adalah rekor hebat yang ditorehkan dalam keikutsertaan perdananya di turnamen yang baru dimulai dimulai sejak 2025 ini. Catatan apik ini menambah daftar rekor kemenangannya di semua turnamen yang telah dilalui sebelumnya.

Sebelum menjuarai DSLNG Chess Master 2026, Ia telah mengharumkan nama Kabupaten Banggai dengan menorehkan sejumlah prestasi memenangkan sejumlah turnamen catur terbuka.

Yang terbaru, pada September 2026 lalu, Adit menjadi Juara Nasional Chess Open UHO Cup 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang diikuti 340 peserta dan meraih hadiah Rp 15 juta. Yang menarik, Adit yang merupakan pecatur non gelar yang tidak terkalahkan sepanjang turnamen dan mampu bermain remis dengan Nasional Master (NM) Ishak Riyanjar yang memiliki elo rating nasional 2300an.

Pada Mei lalu, Adit juga menjuarai Pohuwato Cup 2026 di Gorontalo yang diikuti 200an pecatur tanpa kekalahan. Di turnamen ini Ia berhasil mengungguli poin pecatur nomor 8 Indonesia, Kemas Fajar Fatikh yang bergelar FIDE Master dengan elo rating FIDE 2364 yang menjadi Juara 2.

Sebelumnya, di open turnamen Gubernur Cup se Sulawesi Tengah pada Mei 2025 yang diikuti lebih dari 100 pecatur, Adit juga menjadi Juara Satu dengan rekor tidak terkalahkan.

Sebelum mencapai sejumlah prestasi tersebut, Adit merupakan salah satu atlet catur yang mewakili Percasi Banggai dengan pengalaman mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Mamuju, Sulawesi Barat, pada November 2025, di mana Ia sempat bermain imbang dengan pecatur top Kemas Fajar Fatikh. Dan menjadi Juara 2 Atlet pra PON beregu yang membela Sulteng pada tahun 2023. Di level daerah, Ia sering menjuarai turnamen di level kabupaten termasuk DSLNG Chess Master 2026.

Di level cabang olahraga catur di Sulawesi Tengah, khususnya di Banggai, nama Adit sebagai pecatur top dan atlet berprestasi memang masih kurang dikenal luas oleh publik, karena cabang olahraga ini belum sepopuler sepakbola dan olahraga lain. Namun di kalangan pecatur daerah, khususnya di Banggai, nama Adit sangat diperhitungkan.

”Kabar berita tentang catur sangat kurang. Olahraga lain lengkap beritanya di media. Itu yang bikin olahraga ini tidak sepopuler yang lain. Orang awam di Banggai tidak tahu saya sudah ikut kejuaran di mana-mana sampai Kejurnas,” katanya.

Tapi meskipun sudah mengikuti sejumlah kejuaraan dan berhasil juara, pemuda rendah hati ini sebenarnya dulu di masa sekolah tidak begitu menyukai olahraga catur. Baginya, saat masih kecil, stigma catur tidak menarik karena hanya digandrungi para orangtua.

“Papa hobi main catur. Adik saya Adisty Lolano juga atlet catur perempuan Kabupaten Banggai. Saya jengkel catur awalnya. Tertarik catur masuk SMA tahun 2014 dari Youtube. Awalnya tertarik nonton Magnus Carlsen Juara Dunia 10 kali berturut-turut. Sejak itu nonton permainan catur di Youtube. Kemudian main dengan teman dan orang kompleks. Lulus SMA sempat vakum main catur. Kemudian pas pandemi, karena lebih banyak di rumah, mulai main catur online di chess.com,” kisahnya.

Lalu, catur kemudian merubah hidupnya. Saat Percasi Banggai menggelar Ramadan Cup 2022 di Luwuk, Ia didaftarkan teman Bapaknya dan kaget jadi juara dengan catatan tak terkalahkan dan hanya satu kali remis. Ia mengaku gugup di turnamen pertamanya karena pertama kali bermain resmi dan ditonton banyak orang. Tapi, keberhasilannya menjadi juara di antara para atlet Percasi Banggai mulai membuatnya serius menekuni catur.

Sebulan kemudian, pada gelaran Dispora Cup 2022 di Kelurahan Luwuk, Ia menjadi Juara dan oleh Percasi Banggai dijadikan atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Desember 2022 mewakili tim tuan rumah Banggai dan meraih medali Emas dari 13 kabupaten kota di kategori catur klasik. Sejak itu ia Ia fokus belajar catur menjelang Pra PON 2023 dan meraih medali Perunggu.

“Tertariknya catur karena adu logika di atas papan. Saya tidak sangka jadi pemain catur dan atlet catur. Ini bukan hal yang saya rencanakan. Saya tekun di catur karena sudah jadi atlet. Dan fokus mewakili kabupaten. Tapi awalnya saya ingin jadi polisi dan tentara tapi gagal,” ungkap pemuda yang juga berprofesi sebagai Sales Force di Yamaha Prima Motor Luwuk ini.

Saat ini Adit yang mengaku sebagai pecatur dengan gaya posisional memang belum memiliki gelar master, namun di platform catur online global, Ia memiliki Elo Rating Catur Cepat (Rapid) di angka 2616, dan memiliki Elo rating 2623 di kategori Catur Kilat (Blitz) dan sempat menyentuh Elo Rating 2720 tahun ini, dan juga pernah mengalahkan pecatur dengan Elo Rating 2909.

“Nama saya sebenarnya Aditya Lolano, tapi karena salah tulis KTP, jadi Lolana yang dipakai terus selama mengikuti kejuaraan. Secara gelar, saya masih non Master. Jadi tidak ada bedanya dengan pemain-pemain catur pada umumnya,” terangnya merendah.

Dari kemenangannya di DSLNG Chess Master 2026, dan pemberitaan media yang mengabarkan tentang turnamen yang diadakan PT Donggi Senoro LNG ini, Ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Banggai dan di daerah untuk mencintai olahraga catur dan melahirkan talenta muda yang berprestasi.

“Saya mau ada anak-anak baru tiba tiba semangat bermain, dan ada juara baru di kemudian hari dengan euphoria ini. Saya punya harapan, masih ada bibit baru dari Banggai yang bisa kalahkan saya (di kemudian hari-red) yang lebih muda. Dan semakin banyak generasi muda yang mencintai olahraga catur. Karena catur regenarasinya kurang sekali dibanding cabor lain,” harapnya. (Rls)

Exit mobile version