KABAR LUWUK – Komitmen Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi kembali diwujudkan melalui Program Tomori Mengajar.
Kali ini, JOB Tomori menggandeng Badan Da’wah Islam (BDI) Baitussalam CPP Senoro menggelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Masjid Al Ikhlas, Desa Bonebalantak, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya JOB Tomori menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan keagamaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pelatihan melibatkan pengurus dan takmir masjid yang berada di sekitar Central Processing Plant (CPP) Senoro. Sebanyak 19 masjid dari lima desa, yakni Masing, Bonebalantak, Paisubololi, Gori-Gori dan Sinorang, masing-masing mengutus dua orang perwakilan.
Para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik mengenai tata cara pemulasaraan jenazah sesuai tuntunan syariat. Materi disampaikan oleh Dr. KH. Muhammad Muadz, Lc., M.H.I. dan Febriancu Nasulilli, S.Pd., M.Pd., AIFO-P.
Security Superintendent JOB Tomori, Ahmad Sodikun, yang hadir mewakili manajemen JOB Tomori, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi perusahaan dengan masyarakat melalui Program Tomori Mengajar yang diinisiasi Tim Relation JOB Tomori.
“Pelatihan pemulasaraan jenazah kali ini kami kolaborasikan dengan Program Tomori Mengajar yang diinisiasi Tim Relation JOB Tomori. Semoga program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sodik, sapaan Ahmad Sodikun.
Menurutnya, keberadaan JOB Tomori di tengah masyarakat tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, perusahaan terus berupaya membangun hubungan yang baik dengan pemerintah, tokoh masyarakat, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Sodik juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan operasional JOB Tomori.
“Manajemen JOB Tomori juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan pemerintah, masyarakat, serta doa para imam dan tokoh masyarakat sehingga operasi produksi JOB Tomori tetap berjalan lancar dan aman,” katanya.
Sementara itu, perwakilan BDI Baitussalam CPP Senoro, Iskandar Ali, menjelaskan bahwa BDI merupakan wadah berhimpun pekerja muslim CPP Senoro yang selama ini aktif mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di sekitar wilayah operasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pelatihan pemulasaraan jenazah pertama yang dilaksanakan BDI Baitussalam dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“BDI merupakan wadah berhimpun pekerja muslim CPP Senoro. Selama ini kami selalu konsen dengan kegiatan keagamaan melalui berbagai program, di antaranya santunan anak yatim, santunan kaum dhuafa dan dukungan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di sekitar CPP Senoro,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara BDI Baitussalam, JOB Tomori dan pengurus masjid di sekitar CPP Senoro dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin luas.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Bonebalantak, Darwin S.Ag. Ia menilai pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pengurus masjid dan pegawai syarah yang memiliki peran penting dalam pelayanan keagamaan.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan pelatihan pemulasaraan jenazah ini. Materi seperti ini sangat dibutuhkan oleh para takmir masjid untuk menambah wawasan dan kemampuan pegawai syarah dalam melaksanakan pemulasaraan jenazah,” kata Darwin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan cakupan peserta yang lebih luas, termasuk majelis taklim, remaja masjid (Risma), serta kelompok ibu-ibu di Kecamatan Batui Selatan.
Selama pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi. Sejumlah persoalan praktis turut dibahas, mulai dari tata cara mengurus jenazah korban kecelakaan, jenazah akibat kecelakaan pesawat, hingga tata cara pemindahan makam karena adanya pembangunan.
Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi praktik. Para imam, pengurus dan takmir masjid mengikuti setiap tahapan pemulasaraan jenazah yang diperagakan oleh narasumber.
Melalui kegiatan tersebut, Program Tomori Mengajar diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesiapan masyarakat dalam menjalankan pelayanan fardu kifayah ketika dibutuhkan.
Bagi JOB Tomori, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
Melalui sinergi tersebut, JOB Tomori berupaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas dan kemanfaatan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. (Rls)
