KABAR LUWUK – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kembali memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan lingkungan pendidikan dalam menghadapi bencana melalui pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Berbasis Sekolah di SMAN 1 Batui, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggap Kebencanaan DSLNG yang dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Uso, Pemerintah Desa Uso, SMAN 1 Batui, dan SMKN 1 Batui.
Pelatihan diikuti sekitar 80 peserta dari unsur pemerintah, sekolah, masyarakat, TNI/Polri, serta mitra perusahaan.
Sehari sebelumnya, DSLNG juga mendukung kegiatan Sinergi Tagana (Tanggap Bencana) dalam Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana di Aula Pusat Belajar Masyarakat DSLNG.
Kegiatan tersebut membahas penguatan Destana Uso, pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, serta pentingnya kelengkapan kelembagaan dan kolaborasi multipihak dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dalam pelatihan di SMAN 1 Batui, peserta mendapatkan materi mengenai mitigasi kebakaran listrik, kesiapsiagaan bencana di sekolah, serta mitigasi risiko tsunami.
Peserta juga mengikuti simulasi gempa bumi yang dipandu BPBD Kabupaten Banggai dan Destana Uso, termasuk praktik evakuasi menuju titik kumpul dan penanganan awal korban.
Senior Manager QHSE DSLNG Muhammad Haerul mengatakan, kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak dini karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kegiatan ini sudah kami rancang jauh hari, mengingat banyaknya bencana yang terjadi di negara kita. Bencana memang sesuatu yang tidak bisa kita hindari, tetapi risikonya dapat kita minimalisir dengan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan. Di Jepang, misalnya, kegiatan kebencanaan dilakukan secara rutin setiap tahun, khususnya pada bulan September, dan menjadi bagian wajib sejak anak-anak, sehingga mereka sudah memahami pentingnya pengurangan risiko bencana sejak dini,” ujar Haerul.
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa, kegiatan ini juga mendorong pembentukan Tim Relawan Kebencanaan di SMAN 1 Batui yang melibatkan guru serta organisasi siswa seperti OSIS, Pramuka, PMR, dan Siswa Pecinta Alam (Sispala).
Tim tersebut diharapkan dapat berperan sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan untuk membimbing dan mengarahkan saat terjadi situasi krisis, dalam membantu proses evakuasi dan penyelamatan warga sekolah secara terstruktur.

Guru SMAN 1 Batui, Rosni, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan di sekolah dan diteruskan kepada siswa lainnya maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga mendorong penguatan sarana kesiapsiagaan di SMAN 1 Batui, antara lain melalui titik kumpul, jalur evakuasi, dan pengeras suara.
Sementara itu, SMKN 1 Batui yang masih tergolong sekolah baru di wilayah Batui akan menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan yang diperoleh kepada siswa lainnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DSLNG bersama para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan sekolah dalam mengenali risiko, melakukan evakuasi, serta merespons bencana secara cepat dan terarah. (Rls)



