KABAR LUWUK,BUALEMO – Anggota DPRD Kabupaten Banggai Masnawati Muhammad, SE, ikut menyoroti setelah mendapat informasi jika proyek peningkatan ruas jalan samapaka-tanah merah di desa sampaka kecamatan bualemo terkesan jalan di tempat.
Pasalnya, ruas jalan sampaka –tanah merah tersebut sudah sejak lama kondisinya memprihatinkan. Karena itu, selama ini ia sangat getol menyampaikan kepada pemerintah daerah agar ruas jalan diwilayah tersebut dianggarkan dan segera diperbaiki.

“Pesusah ada baperjuangkan, giliran sudah ada anggarakannya, tidak lagi dikerjakan dengan baik,” prihatinnya.
Bahkan salah satu srikandi dari dapil II ini, menyamapaikan jika hal yang sama juga terjadi di beberapa tempat. Terdapat beberapa paket proyek yang sama, yang juga terancam tidak akan selesai hingga 31 Desember 2022 ini.
“Terkait hal ini, saya dan teman-teman akan berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR, sehingga semua pekerjaan bisa mereka genjot, dan akhir tahun insyallah bisa selesai,” tambahnya.
Sebelumnya di beritakan jika paket proyek peningkatan ruas jalan sampaka – tanah merah desa sampaka kecamatan bualemo, terancam tidak akan rampung hingga 31 Desember 2022.
Pasalnya, sampai saat ini paket pekerjaan yang dianggarkan Rp 1.086.324.000 dari dana bagi hasil daerah (DBH) itu terkesan jalan di tempat.
Pantauan media ini terhitung sudah 1 bulan lebih CV. BUANA ARTHA GRAHA selaku penyedia jasa tidak memperlihatkan tanda-tanda aktivitasnya.
Padahal paket dengan kontrak nomor : KONT/PPK-BM/32106550/DISPUPR/2022 sebagaimana papan proyek di lapangan tanggal mulai pekerjaan yaknin pada 20 Juli 2022 dan akan berakhir pada 17 Desember 2022 ini.
Jika itu terjadi tentu saja masyarakat desa sampaka yang seharusnya sudah menikmati aspal dengan panjang 828 Meter hanya tinggal kenangan.
Kepala Desa Sampaka Munawir Kunjae, SH.,MH, saat dikonfirmasi menyatakan sangat menyesalkan jika ruas jalan sampaka- tanah merah desa sampaka tersebut tidak bisa rampung sampai waktu yang di tentukan oleh pihak penyedia jasa.
Padahal perbaikan ruas jalan sampaka- tanah merah itu sudah di nanti- nantikan oleh warga sudah sejak lama.
“Ia, kami mengidam- idamkan pengaspalan jalan ini sudah lama, ini giliran sudah dianggarkan dan kemudian tidak rampung lagi sampai waktu yang ditentukan, tentu saja kami sangat kecewa” prihatinnya.
Karena itu, Nawir, sapaan akrabnnya memohon kepda bapak Bupati Banggai melalui dinas PUPR dapat mengevaluasi kinerja pihak kontraktor. Apalagi, saat ini sudah memasuk minggu pertama di bulan Desember 2022.
“Kalau tidak, pasti tidak riki ini, jadi harapan kami tinggal sama pak bupati, supaya kontraktor juga bisa mereka genjot pekerjaannya” harapnya.***