KABAR DAERAHKota Palu

Basarnas Palu Lakukan Pemantauan Intensif Pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah

×

Basarnas Palu Lakukan Pemantauan Intensif Pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu terus melakukan pemantauan dan koordinasi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.27.44 WIB atau 11.27.44 WITA dengan pusat gempa berada di daratan, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan pihaknya segera melakukan langkah-langkah pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi wilayah terdampak serta kesiapan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Pada pukul 12.39 WITA, Basarnas Palu berkoordinasi dengan BPBD Kota Palu guna memperoleh informasi terkait dampak gempa. Hasil koordinasi sementara menunjukkan tidak terdapat kerusakan material yang signifikan dan kondisi masyarakat terpantau aman.

Selanjutnya, pada pukul 13.00 WITA, tim Basarnas Palu bergerak menuju Auditorium Universitas Tadulako (Untad) untuk melakukan asesmen terhadap laporan robohnya sebagian plafon bangunan yang diduga akibat guncangan gempa.

Basarnas Palu Lakukan Pemantauan Intensif Pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah

Hingga pukul 13.30 WITA, BMKG mencatat telah terjadi 21 kali gempa susulan setelah gempa utama.

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tojo Una-Una.

Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri.

Meski demikian, berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan instansi terkait, belum terdapat laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, pendataan terhadap kemungkinan kerusakan bangunan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Basarnas Palu menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

Seluruh personel dan peralatan SAR juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi kedaruratan pascagempa.

“Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Personel dan peralatan SAR dalam kondisi siap siaga,” ujar Muh. Rizal.

Sementara itu, BMKG memastikan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah dan instansi resmi.

Sumber: Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, BMKG, dan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *