IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Bank Indonesia dan Dinas Sosial Banggai Gelar Edukasi Bantuan Sosial Non Tunai di Luwuk

217
×

Bank Indonesia dan Dinas Sosial Banggai Gelar Edukasi Bantuan Sosial Non Tunai di Luwuk

Sebarkan artikel ini
- Bank Indonesia, bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Banggai, sukses menggelar sosialisasi dan edukasi terkait Bantuan Sosial Non Tunai
- Bank Indonesia, bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Banggai, sukses menggelar sosialisasi dan edukasi terkait Bantuan Sosial Non Tunai

KABAR LUWUK  – Bank Indonesia dan Dinas Sosial Banggai Gelar Edukasi Bantuan Sosial Non Tunai di Luwuk. Bank Indonesia, bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Banggai, sukses menggelar sosialisasi dan edukasi terkait Bantuan Sosial Non Tunai bagi 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Luwuk. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Juni 2024, bertempat di ruang serba guna Dinas Sosial Kabupaten Banggai.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Asisten Manager Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Ida Bagus, yang mewakili Kepala Bank Indonesia Sulawesi Tengah. Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Rudy P. Bullah, perwakilan dari Bank Mandiri Cabang Luwuk, Kepala Kantor Pos Luwuk, serta masyarakat penerima KPM.

Empat pemateri utama yang hadir dalam acara ini adalah Agus Gunadi, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan; Ida Bagus, Asisten Manager Bank Indonesia; Marshel dari Bank Mandiri Cabang Luwuk; dan Yunar dari Kantor Pos Luwuk. Mereka berbagi pengetahuan dan memberikan panduan tentang manfaat dan mekanisme Bantuan Sosial Non Tunai.

Rudi P. Bullah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, dalam sambutannya menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia ini.

Ia menekankan pentingnya mengikuti sosialisasi ini dengan seksama agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah bisa tepat sasaran, diterima oleh mereka yang benar-benar berhak.

Rudi juga menggarisbawahi bahwa data penerima bantuan harus akurat dan transparan, sehingga bantuan bisa sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.

“Data yang ada di kantor Dinas Sosial harus terus diperbarui, dan bantuan langsung tunai harus digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Rudi. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai institusi untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan dengan baik dan efisien.

Sementara itu, Ida Bagus, mewakili Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa tujuan utama dari edukasi ini adalah untuk memandu masyarakat dalam memanfaatkan bantuan sosial yang diterima secara non tunai.

Ia menjelaskan proses pengambilan dan penggunaan bantuan melalui kartu, serta pentingnya pemahaman yang tepat terkait mekanisme ini.

“Sejauh informasi yang telah diterima, bantuan sosial non tunai dari Kementerian Sosial meliputi dua program, yaitu Bantuan Sosial dan Sembako,” kata Ida Bagus.

Bank Indonesia berperan sebagai pengendali dalam penyaluran bantuan sosial non tunai ini, dengan bantuan yang biasanya disalurkan melalui bank dan Kantor Pos Palu. “Tujuan kami adalah untuk melakukan pengawasan terhadap transaksi pembayaran yang tidak dilakukan secara tunai,” tambahnya.

Dengan adanya kerjasama antara Bank Indonesia dan Dinas Sosial Kabupaten Banggai, diharapkan penyaluran bantuan sosial non tunai dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran..

Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan bantuan sosial non tunai secara efektif dan efisien.

Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak secara ekonomi. ( MAM ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!