IMIP < Bawaslu-ads
BanggaiKABAR DAERAH

Aktivis Vokal Muttaqin Suling, S.Kom, M.H (Akin), Bebas Murni Setelah 180 Hari Ditahan

2490
×

Aktivis Vokal Muttaqin Suling, S.Kom, M.H (Akin), Bebas Murni Setelah 180 Hari Ditahan

Sebarkan artikel ini
Aktivis vokal dan pegiat sosial Muttaqin Suling, S.Kom., M.H (Akin), telah menghirup Udara Bebas setelah 180 Hari mendekam dibalik Jeruji Besi
Aktivis vokal dan pegiat sosial Muttaqin Suling, S.Kom., M.H (Akin), telah menghirup Udara Bebas setelah 180 Hari mendekam dibalik Jeruji Besi

KABAR LUWUK  – Aktivis Vokal Muttaqin Suling, S.Kom, M.H (Akin), bebas murni setelah 180 Hari Ditahan. Aktivis vokal dan pegiat sosial Muttaqin Suling, S.Kom., M.H (Akin), yang dikenal dengan gaya sopan santun namun tegas di atas mimbar, akhirnya bebas murni pada hari ini, Rabu (24/1/2024).

Setelah menjalani masa tahanan selama total 180 hari, Akin pertama kali ditahan di Rutan Polres Banggai pada 28 Juli 2023, sebelum pindah ke Lapas Kelas II Luwuk Banggai pada 19 September 2023.

Akin, yang menjadi idola aktivis muda, dijerat dengan Pasal 44 Ayat (1) dan Ayat (4) UU PKDRT.

Meskipun awalnya dihadapkan pada ancaman hukuman 5 tahun 4 bulan penjara, Akin akhirnya hanya dihukum 6 bulan setelah melalui proses persidangan.

Fakta persidangan menunjukkan bahwa tuduhan kekerasan fisik yang berlebihan tidak dapat sepenuhnya dibuktikan oleh tiga saksi korban yang dihadirkan.

Jaksa Penuntut Umum akhirnya memberikan tuntutan 1 tahun, dan hakim memutuskan vonis rendah menghukum Akin selama 6 bulan. Putusan ini disambut positif oleh Akin dan pendukungnya sebagai bentuk keadilan.

“Aktivis berdarah Bugis Saluan” ini menyampaikan bahwa meskipun menghadapi cobaan hukum, dia dan keluarganya tetap teguh dan taat asas menghormati proses hukum.

Akin menyatakan bahwa dirinya bukanlah pelaku narkoba atau koruptor, melainkan korban fitnah dan perlakuan keji.

Setelah bebas, Akin berkomitmen untuk tetap eksis sebagai pegiat media sosial dan terlibat dalam berbagai advokasi untuk mencari keadilan. Pengalaman ini, meskipun penuh penderitaan, menguatkan tekad Akin untuk terus memperjuangkan nasib rakyat.

Ketika bebas murni, Akin disambut dengan haru oleh rekan aktivis, keluarga, dan kedua putranya, Zafran dan Zavier.

Mereka menjemput Akin dengan sukacita, mengakhiri ujian terberat dalam hidupnya. Meskipun harga dirinya dihina dan dirundung badai, Akin tetap kokoh dan kuat, mengalir seperti gunung yang menancap di bumi dengan prestasi dan air mata perjuangan yang melimpah.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung selama proses hukum ini dan menjaga kestabilan mental dua putra Akin selama masa tahanan.

Proses perjuangan Akin tidak hanya menciptakan keadilan dalam sistem hukum, tetapi juga menggambarkan ketahanan seorang aktivis dalam menghadapi cobaan. Kebebasan yang diraihnya tidak hanya sekadar pembebasan dari jeruji besi, tetapi juga pembebasan dari fitnah dan perlakuan tidak adil.

Dalam pernyataannya setelah bebas, Akin menekankan pentingnya taat asas dalam menghormati proses hukum. Meskipun mengalami cobaan yang berat, dia menjaga integritasnya sebagai seorang aktivis yang selalu berpegang pada prinsip keadilan. Sikap tegar Akin menjadi inspirasi bagi banyak aktivis muda dan penggiat sosial untuk terus berjuang meskipun dihadapkan pada tantangan yang sulit.

Pengalaman Akin juga menyoroti peran media sosial sebagai alat untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran. Sebagai seorang pegiat media sosial, Akin berkomitmen untuk terus menjadi suara yang memperjuangkan hak-hak rakyat dan ummat. Kebebasannya bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari babak baru dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Selama masa tahanan, Akin tidak hanya menjalani rutinitas ibadah, tetapi juga menggunakan waktu tersebut untuk menulis kajian religius dan bahkan membuat lagu religius yang berjudul “RINDU HADIRMU”. Kreativitas dan spiritualitasnya tetap berkembang meskipun dalam situasi sulit, menunjukkan keteguhan jiwa dan semangat yang tinggi.

Kehadiran keluarga, terutama kedua putranya, menjadi pilar kekuatan bagi Akin. Mereka, yang menyambut Akin dengan penuh haru dan sukacita, mencerminkan dukungan yang tak tergantikan dari orang-orang terdekat. Kebersamaan keluarga ini menjadi sumber kekuatan bagi Akin dalam menghadapi setiap rintangan.

Dengan kepembebasan ini, Akin kembali ke panggung perjuangannya dengan semangat yang tak tergoyahkan. Dia tetap berkomitmen untuk menjadi wajah yang membela keadilan dan merangkul peran sebagai singa podium yang mengaum tegas di atas mimbar. Melalui perjalanan hidupnya, Akin membuktikan bahwa perjuangan untuk kebenaran adalah jalan yang penuh ujian, namun sekaligus memberikan arti dan kekuatan yang luar biasa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!