BanggaiKABAR DAERAH

Reses di Luwuk Timur, Wardani Murad Melihat Fasilitas Sekolah di Baya Memprihatinkan

×

Reses di Luwuk Timur, Wardani Murad Melihat Fasilitas Sekolah di Baya Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – Kondisi memprihatinkan ditemukan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Banggai Wardani Murad Husain, saat melaksanakan kegiatan reses dalam rangka Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Banggai tentang Perubahan ABPD Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kecamatan Luwuk Timur.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah rusaknya fasilitas toilet atau WC di SDN Inpres 2 Baya yang telah berlangsung selama kurang lebih 21 tahun tanpa pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

Temuan tersebut mencuat setelah pihak sekolah menyampaikan langsung berbagai keluhan kepada Wardani saat menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian reses yang digelar Senin-Sabtu (13-18/7/2026).

Selama lebih dari dua dekade, para siswa dan tenaga pendidik terpaksa menggunakan fasilitas toilet di rumah guru yang lokasinya relatif jauh dari ruang kelas.

“Sejak tahun 2005 toilet sekolah tidak bisa lagi difungsikan. Dan selama ini siswa menggunakan fasilitas toilet di rumah guru,” ungkap salah seorang guru di sela-sela kegiatan reses.

Wardani menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi, mengingat sekolah merupakan tempat yang harus memberikan rasa aman, nyaman, serta lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik.

Fasilitas Toilet merupakan kebutuhan yang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan kualitas proses belajar mengajar.

“Dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan ruang kelas yang baik, tetapi juga fasilitas penunjang yang memadai. Sangat disayangkan apabila selama 21 tahun persoalan WC sekolah tidak pernah mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.

Reses di Luwuk Timur, Wardani Murad Melihat Fasilitas Sekolah di Baya Memprihatinkan

Menurut pihak sekolah, berbagai usulan perbaikan telah beberapa kali disampaikan melalui mekanisme yang berlaku.

Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan yang mampu mengatasi kerusakan secara permanen.

Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi prioritas yang akan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

Wardani pun berkomitmen mengawal kebutuhan dasar sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.

Selain meninjau kondisi toilet sekolah, politisi Gerindra ini juga meninjau langsung ruang-ruang kelas.

Di beberapa kelas tampak kondisinya memprihatinkan. Para siswa tak nyaman belajar dikarenakan papan (Dinding) pembatas ruangan tampak rusak. Kondisi ini terlihat di kelas 5 dan 6.

Tidak hanya itu, kondisi plafon di beberapa sisi bangunan tampak rusak. Begitupun kondisi sejumlah mebeler yang dinilai tak layak lagi digunakan. Tampak juga kondisi dinding pada ruang kelas mulai retak.

“Nanti diajukan proposalnya, terutama WC, pagar sekolah dan ruang kelas yang kita utamakan,” pintanya.

Selain berdialog dengan wali kelas, Wardani sesekali melontarkan pertanyaan kepada para siswa. Bagi yang menjawab soal matematika dengan baik dan benar, iapun memberikan hadiah, memotivasi para siswa lebih semangat menuntut ilmu. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *