KABAR LUWUK – Sebagai upaya mendorong peningkatan literasi ekonomi digital, Telkom Witel Sulbagteng menjalin kolaborasi dengan kreator digital sekaligus TikTok Go Creator, Rindy Ayu Lestari,S.Sos., melalui penyelenggaraan kelas pelatihan bertajuk “TikTok Go: Tips Ngonten & Peluang
Menghasilkan Cuan dari TikTok Go”.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Telkom Witel Sulbagteng dan diikuti oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan platform digital, khususnya TikTok, sebagai sarana produktivitas sekaligus peluang ekonomi di era digital.

Peserta diajak memahami bagaimana konten kreatif tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Manager Shared Service & General Support Telkom Witel Sulbagteng, David Victor, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan kreator digital untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
“Telkom Witel Sulbagteng berkomitmen mendukung pengembangan talenta muda agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Melalui kolaborasi dengan para kreator, kami berharap peserta memperoleh wawasan strategis dalam menciptakan konten yang bernilai
ekonomi dan relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar David Victor.
Sebagai narasumber, Rindy Ayu Lestari membagikan pengalaman serta strategi praktis dalam membangun konten kreatif di platform TikTok. Ia juga mengulas peluang monetisasi melalui fitur TikTok Go, sekaligus memberikan panduan membangun personal branding yang kuat dan berkelanjutan di dunia digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Sesi diskusi dan tanyajawab dimanfaatkan untuk menggali lebih dalam peluang menjadi kreator digital yang kompetitif, adaptif, dan mampu menangkap potensi ekonomi dari perkembangan platform digital.
Melalui kolaborasi ini, Telkom Witel Sulbagteng berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah Sulawesi Bagian Tengah. (Rls)



