KABAR LUWUK – Suasana kondusif di Sulawesi Tengah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menyusul dinamika aksi di sejumlah daerah, termasuk di Ibu Kota Negara, Forkopimda Sulawesi Tengah bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) sepakat mengeluarkan Maklumat Bersama yang ditujukan untuk seluruh masyarakat.
Dalam dokumen resmi yang ditandatangani di Palu pada Minggu (31/8), Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Kapolda Irjen Pol Agus Nugroho, dan Ketua FKUB Zainal Abidin mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi isu atau pemberitaan yang dapat menimbulkan keresahan. “Kita ingin Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif. Jangan sampai masyarakat kita terjebak dalam provokasi,” demikian salah satu seruan yang tertuang dalam maklumat itu.

Maklumat tersebut menekankan tujuh poin penting, mulai dari menjaga keamanan bersama, hingga kewaspadaan terhadap kelompok yang berupaya menciptakan kericuhan. Salah satunya adalah imbauan agar masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum secara tertib dan tidak melanggar hukum.
Selain itu, masyarakat juga diajak bijak menggunakan media sosial. Penyebaran berita bohong (hoaks) dan informasi provokatif yang tidak jelas kebenarannya dinilai hanya akan memperkeruh suasana. “Kita tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan media sosial untuk memecah belah,” tegas maklumat tersebut.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho menambahkan, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan. “Kalau ada hal mencurigakan, segera laporkan. Kepolisian akan menindaklanjuti. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama,” ucapnya saat ditemui usai penandatanganan maklumat.
Sementara itu, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, menegaskan bahwa stabilitas keamanan juga menjadi fondasi bagi pembangunan. “Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan hanya bisa berjalan baik jika daerah kita aman. Karena itu, menjaga persaudaraan dan menghindari konflik adalah bagian dari ibadah sosial kita,” ujarnya.
Melalui maklumat bersama ini, pemerintah dan tokoh agama berharap masyarakat Sulawesi Tengah dapat tetap tenang dan tidak mudah terhasut. Kondisi aman dan damai diyakini akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di provinsi tersebut. (Rls)