Sedangkan Camat Bunta selaku penangung jawab wilayah kecamatan bunta menuturkan beberapa permasalahan dihadapan ketua komisi II diantaranya mengenai aspek jalan koridor, mengenai kerusakan lingkungan baik masalah air bersih yang ada di dusun 1, hingga saat ini belum terealisasi, adanya masyarakat yang terjerat kasus hukum, serta mengenai tenaga kerja lokal yang ada. Ucap Camat bunta.
Pada RDP tersebut Ketua Komisi II telah memberikan kesempatan kepada Perusahaan PT. KFM untuk memberikan tanggapan yang kali ini diwakili oleh Triwidy Kuncoro selaku Juru bicara KFM dalam Rapat dengar Pendapat mengatakan bahwa kami dari perusahaan awalnya telah memberikan 2 opsi solusi penawaran kepada mayarakat untuk masalah pengadaan air bersih yang ada didesa Tuntung sesuai hasil survey, yaitu perbaikan jaringan air bersih lama dan opsi pembuatan bak penampung yang nantinya akan di koneksikan dengan jaringan yang sudah ada di dusun 1 dan saat ini proses pelaksanaan air bersih sementara di kerjakan dan semua tetap melalui proses, sehingga diperkirakan pada bulan januari bisa selesai.Terangnya.

Selanjutnya masalah tanaman yang terdampak adanya debu, hingga saat ini perusahaan telah mengadakan survey dan turun langsung untuk mengecek serta melibatkan tenaga ahli yang ada, sehingga memang volume debu yang menempel pada klorofil daun itu bisa menghambat masuknya sinar matahari dalam proses fotosintesis, sedangkan sesuai hasil peninjauan kami bahwa debu yang menempel didaun tidak sampai begitu banyaknya. Ucap Widi.
Menurut Widi untuk tenaga kerja saat ini perusahaan sudah melaksanakan rekrut karyawan sesuai dengan presentase yang ada sudah mencapai perbandingan sebesar 72% tenaga lokal yang berada di sekitar lima desa lingkar tambang, dan 28 % untuk tenaga yang berasal dari luar daerah dan data ini sudah ada kami siapkan dan akan kami tunjukan apabila diperlukan. Imbuhnya.
Dari beberapa pernyataan yang telah disampaikan baik dari masyarakat, Kepala Desa, Camat serta perwakilan perusahaan, menurut Sukri Djalumang selaku ketua Komisi II telah memberikan kesimpulan sebagai berikut : pertama Pihak perusahaan segera menyelesaikan permasalahanyang merupakan laporan dari masyarakat, kedua perusahaan segera menyelesaikan sarana air bersih yang berada didesa Tuntung yang diperuntukan untuk warga dusun satu paling lama satu bulan sejak hari ini, ketiga perusahaan harus menyelesaikan dampak social di masyarakat, keempat perusahaan harus bisa menyelesaikan masalah lahan sesuai dengan prosedur serta tahapan yang berlaku, kelima perusahaan harus menyikapi masalah tenaga kerja lokal, keenam perusahaan harus selesaikan kerusakan jalan koridor, ketujuh tenaga kerja yang paling diutamakan adalah tenaga kerja lokal terlebih khusus yang berada di lima lingkar tambang, kedelapan perusahaan harus memikirkan masalah laporan ke aparat keamanan terkait masyarakat yang selama ini dianggap menghalangi aktivitas perusahaan, dan yang terakhir atau kesembilan DPRD akan merekomendasikan ke Bupati seluruh permasalahan yang ada di PT. KFM dengan masyarakat**