BanggaiKABAR DAERAH

KM Sumber Raya 03 Karam di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Diduga Akibat Bongkar Muat Tak Seimbang

×

KM Sumber Raya 03 Karam di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Diduga Akibat Bongkar Muat Tak Seimbang

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – Kapal penumpang KM Sumber Raya 03 dilaporkan karam di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 06.00 WITA. Peristiwa ini diduga kuat akibat proses bongkar muat yang tidak seimbang saat kapal sandar.

Kapal berbobot 337 GT tersebut sebelumnya tiba di Pelabuhan Rakyat Luwuk pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, usai berlayar dari Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. KM Sumber Raya 03 mengangkut muatan berupa kopra dan arang, yang sebagian besar berada di bagian buritan kapal.

Setibanya di pelabuhan, kapal sempat melakukan aktivitas bongkar muat. Namun, hingga malam hari, bongkar muat hanya dilakukan pada bagian depan kapal, sementara muatan di bagian belakang belum dipindahkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada pukul 05.46 WITA kondisi air laut mengalami surut terendah hingga sekitar 3 meter, menyebabkan kapal sempat kandas. Saat air kembali pasang, air laut masuk melalui bagian buritan kapal.

Beban muatan yang berat di bagian belakang membuat kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam di area pelabuhan sekitar pukul 06.00 WITA.

KM Sumber Raya 03 Karam di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Diduga Akibat Bongkar Muat Tak Seimbang

Sekitar pukul 07.00 WITA, seluruh Anak Buah Kapal (ABK) bersama buruh pelabuhan langsung melakukan evakuasi muatan, khususnya kopra dan arang, guna mengurangi beban kapal.

KM Sumber Raya 03 diketahui merupakan kapal besi dengan rute pelayaran Luwuk – Taliabu. Kapal ini dimiliki oleh Alpian Pakaya, dengan agen PT Tompotika Raya / PT Agra Marisera Lines. Saat kejadian, kapal diawaki 11 orang ABK, dan dipastikan tidak ada korban jiwa.

Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa ini menyebabkan kerugian materil berupa muatan arang dan kopra yang terendam air. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Hingga saat ini, upaya evakuasi kapal dan pembongkaran muatan masih terus dilakukan oleh pihak Syahbandar Luwuk, dibantu TNI-Polri, buruh pelabuhan, serta warga setempat.

Pihak terkait masih melakukan penanganan lanjutan guna memastikan keamanan aktivitas pelabuhan serta mencegah kejadian serupa terulang. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *