Operasi Miras Polsek Batui Musnahkan Tempat Penyulingan

oleh -

Miras Biang Kejahatan Sepatutnya Diberantas Bersama 

KABAR LUWUK, BANGGAI – Perang terhadap peredaran dan produksi miras khususnya jenis cap tikus terus digiatkan jajaran Polres Banggai. Miras dipandang sebagai salah satu biang terjadinya tindak pidana dan gangguan Kamtibmas olehnya itu Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto memerintahkan jajarannya memberantas minuman haram itu.

Musnahkan Miras, jajaran Polsek Batui memusnahkan tempat penyulingan miras dalam operasi dipimpin Kapolsek Batui IPTU IK Yoga Widata. (Foto : istimewa)

Kapolres Banggai yang dimintai keterangannya melalui Kapolsek Batui IPTU IK Yoga Widata mengungkapkan pihanya telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti miras dan memusnahkan salah satu tempat penyulingan miras dengan cara dibakar. Diterangkan Kapolsek Batui, pada hari Jumat 24 Januari 2020 sekira pukul 20.30 wita, anggota Polsek Batui melaksanakan giat apel malam dalam rangka  kegiatan Rutin yang ditingkatkan (KRYD) yang dipimpin langsung Kapolsek.

Sasaran KRYD diwilayah hukum Polsek Batui berupa tempat keramaian, pemukiman warga, kios yang diduga tempat penjualan miras, perkantoran perbankan, kantor pemerintah, Obvitnas, penginapan, kost kosan dan vasilitas umum lainnya. Pada sekira pukul 20.40 wita, rombongan yang dipimpin Kapolsek Batui bergerak dengan menggunakan Randis ke arah Kelurahan Lamo, Desa Honbola dan Desa Uso dan di pos pengamanan DSLNG disana mereka memberikan himbauan Kamtibmas dan meningkatkan kewaspadaan kepada petugas Securty dan Anggota Polri yg sedang melakaksanakan tugas jaga.

Pada sekira pukul 20.55 Wita Patroli melintas di Bukit Hermon Desa Uso tepatnya disalah satu rumah warga telah menemukan empat orang warga yang sedang mengkonsumsi minuman jenis seguer. Melihat hal itu Kapolsek Batui bersama anggota menghentikan kegiatan tersebut dan mengamankan satu jerigen isi lima liter miras jenis Saguer. Polisi kemudian melakukan pengeledahan rumah Derson, dan menemukan miras jenis cap tikus sebanyak satu botol kemasan air mineral isi 600 ml.

Selanjutnya miras jenis saguer dan cap tikus berikut pemilik rumah yakni Derson diamankan di Polsek Batui untuk dilakukan pembinaan. Berdasarkan hasil interogasi Derson menyebutkan bahwa miras jenis cap tikus diperolehnya dari Desa Paisubuloli Kecamatan Batui Selatan.

Pada malam itu juga sekira pukul 21.30 wita, Kapolsek Batui bersama anggota melanjutkan giat patroli ke Desa Paisubuloli Kecamatan Batui Selatan. Polisi lalu melakukan penggeledahan di rumah Awin Sitoki dan berhasil menemukan tiga botol miras jenis Cap Tikus isi satu liter, serta dua jergen ukuran 35 liter bekas isi cap tikus. Awin bersama barang bukti lalu digelandang ke Polsek Batui.

Hasil interogasi polisi kepada Awin Sitoki, menyebutkan bahwa miras jenis Cap Tikus tersebut di produksi sendiri olehnya pada bulan Desember 2019 silam. Awin Sitoki mengakui memiliki tempat penyulingan Cap Tikus dilokasi kebunya di Dusun Palapi Desa Sinorang Kecamatan Batui Selatan.

“Diakuinya dalam sepekan dia memproduksi Miras Cap tikus mencapai satu atau dua Jerigen isi 35 Liter, tergantung dari ketersedian bahan baku yaitu saguer. Captikus tersebut di jual di Desa Paisobololi, Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan. Miras jenis Cap Tikus itu di isi dalam kemasan botol isi satu liter untuk dijual dengan harga Rp20.000,” terang Kapolsek Batui.

Selanjutnya Polsek Batui kemudian menuju ke lokasi penyulingan untuk selanjutnya melakukan pemusnahan barangbukti. Gubuk pembuatan miras dibakar sementara alat lainnya dibawa ke Polsek Batui.

Kapolsek Batui kepada media ini menghimbau agar warga melaporkan setiap adanya dugaan peredaran miras, produksi hingga orang yang mengkonsumsi. Setiap laporan itu akan segera ditindaklanjuti. (IkB)