Mobil Massa Aksi Dirusak, Mahasiswa Minta Polisi Bertanggungjawab

oleh -

KABAR LUWUK, PALU – Aksi mahasiswa se Kota Palu pada Rabu (25/9) yang berujung bentrok menyisahkan sejumlah persoalan. Salah satunya yakni adanya pengrusakan mobil yang digunakan dalam aksi itu yang ditengarai dilakukan oleh apara keamanan. Sehingganya para mahasiswa meminta agar apara keamanan bertanggungjawab mengganti kerusakan. Hal itu terungkap dalam rapat para mahasiswa dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulteng, Selasa (1/10) di Gedung DPRD Sulteng.

Para mahasiwa menyebutkan, dalam aksi beberapa hari lalu itu sempat terjadi bentrok sehingga salah satu mobil pengangkut soundsistem rusak berupa kaca mobil pecah. Saat peristiwa itu terjadi, mobil itu ditinggal supir karena situasi tidak memungkinkan menyingkirkan mobil itu dari kerumunan aksi. Saat ditinggal mobil tidak mengalami pecah kaca namun kala hendak diambil kembali kaca mobil sudah dalam keadaan pecah.

“Kami telah berupaya menggalang dana namun belum cukup mengganti kaca mobil yang pecah akibat aksi yang berujung bentrok itu, sehingganya kami meminta agar aparat pengamanan bertanggungjawab terhadap pecahnya kaca itu,” kata salah seorang perwakilan mahasiswa.

Tidak hanya itu, para mahasiswa meminta agar polisi yang melakukan upaya represif diproses hukum karena mereka menilai penanganan aksi massa yang dilakukan aparat kepolisian saat itu tidak sesuai protap.

Saat ini para mahasiswa tengah melakukan pengumpulan data berkaitan dengan aksi berujung bentrok itu. Bahkan beberapa lembaga dan badan hukum akan melakukan pendampingan agar kasus itu diproses hukum.

Hingga saat ini belum ada tanggapan kepolisian terkait adanya pengrusakan mobil massa aksi dalam aksi berujung bentrok. (IkB)