Kasus Penganiayaan, Rektorat Unismuh Sikapi Tuntutan IMM Luwuk

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Luwuk, Rabu (28/8) yang menyebabkan Lalu Khairil Anwar salah seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Luwuk dirawat di RSUD Luwuk disikapi pihak Rektorat. Pada surat yang ditandatangani Rektor Unismuh Luwuk Dr Farid Haluti, S.Ag, M. Pd dan Wakil Rektor I serta Wakil Rektor II tertanggal 29 Agustus 2019 berisi tiga poin penting.

Pada surat itu menyebutkan, pihak rektorat kampus Unismuh Luwuk siap melaksanakan tuntutan Pimpinan Cabang Ikatan Mahaswa Muhammadiyah Luwuk (PC IMM) tentang insiden pengeroyokan itu. pihak rektorat berkomitmen menjalankan tuntutan IMM Cabang Luwuk antara Fakultas Tehnik dan Pengurus Cabang IMM Luwuk Banggai. Adapun tuntutan PC IMM Kabupaten Banggai yakni mengusut pelaku tindak kekerasan serta melakukan Drop Out (DO) untuk mahasiswa yang terlibat. Memberhentikan seluruh pengurus harian Fakultas Tehnik (Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III). Apabila dua poin itu tidak direalisasikan maka IMM Luwuk menuntut untuk menutup Fakultas Tehnik di Unismuh Luwuk.

Surat yang ditandatangani juga oleh Dr Ir Moh Ghifari Sono, ST. M.M dan Sutrisno K Djawa, S.E, M.M itu mendapat sambutan positif sejumlah mahasiwa lintas fakultas. Mereka meminta agar pihak rektorat berkomitmen melaksanakan apa yang menjadi tuntutan IMM Luwuk. Pasalnya kejadian serupa seringkali terjadi, bahkan para pelakunya diduga orang yang sama sehingga membuat resah para mahasiswa dan orangtua. Perlakuan itu selama ini mendapat toleransi sehingga pelaku menganggap bisa berbuat sekenanya karena tidak akan ada tindakan hukum maupun sanksi dari pihak rektorat.

“Mesti disikapi pihak rektorat kasus ini, kalau apa yang tertuang dalam surat itu sudah jelas kami sepakat. Pelaku ribut dan rusuh di kampus ini hanya mereka-mereka saja sehingganya harus ada tindakan tegas pihak rektorat,” kata salah seorang mahasiswa.

Pihak keluarga korban dimintai keterangannya berkaitan dengan surat itu mengatakan menyambut baik itikad kampus. Hanya saya mereka meminta selain proses hukum, pihak rektorat memberikan sanksi tambahan sebagaimana tertuang dalam surat yang ditandatangani rektor Unismuh itu. (Marzuki Bayu)