Warga Desak PT PAU Berlakukan Lockdown Agar Masyarakat Sekitar Tidak Terpapar

oleh -
foto : Web PT PAU

Supervisor Terkonfirmasi Meninggal Akibat Covid-19 Jadi Ancaman Klaster Baru Lingkungan Kerja di Banggai

KABAR LUWUK, BANGGAI – Satgas Covid-19 kabupaten Banggai melalui Nurmasita Datu Adam dalam rilisnya Minggu (26/7/2020), secara tidak langsung memastikan seorang pasien konfirmasi Covid-19 di kabupaten Banggai, meninggal dunia.

foto : web PT PAU

Diketahui dari sejumlah sumber dihimpun, pasien konfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia tersebut, merupakan seorang karyawan dengan posisi supervisor di PT Panca Amara Utama (PAU), sebuah perusahaan amoniak yang beroperasi di wilayah kecamatan Batui, kabupaten Banggai.

Selain satu karyawan PT PAU yang telah dipastikan meninggal akibat Covid-19, yakni berinisial MZR, asal Surabaya, Jawa Timur, oleh satgas Covid-19 kabupaten Banggai dibenarkan setidaknya hingga Jumat (24/7) lalu, ada 12 karyawan lainnya yang terindikasi juga terpapar virus ini. Sementara seorang karyawan PT PAU lainnya, berinisial AG, sebelumnya juga lebih dulu meninggal dunia. Namun taka da kejelasan apakah terpapar Covid-19.

Baca Juga  Desa Paisumosoni Salurkan Bantuan BLT DD Tahap Ke Dua

Sementara, hasil koordinasi antara satgas Covid-19 dengan pihak PT PAU, perusahaan itu kini telah menerapkan lock down. Seluruh karyawan yang ada di dalam area perusahaan tidak diperkenankan keluar, demikian juga yang dari luar tak diperbolehkan masuk.

foto : Web PT PAU

Pihak PT PAU sendiri, sejak pemberitaan viral adanya paparan Covid-19 di lingkungan perusahaan itu, hingga menyebabkan salah seorang karyawannya meninggal dunia, belum mengeluarkan pernyataan jelas ke pihak media.

Adanya kejadian yang dianggap luar biasa oleh publik di lingkungan PT PAU, kekhawatiran publik terhadap ancaman klaster baru pun timbul. Belum lagi mengingat hubungan sosial antara banyaknya karyawan perusahaan tersebut, dengan masyarakat sekitar selama ini.

Perusahaan maupun satgas Covid-19, diharapkan bisa  segera mengantisipasi ancaman itu. Dengan segera melakukan rapid test massal, baik kepada seluruh karyawan PT PAU, maupun masyarakat kontak erat selama beberapa waktu terakhir ini.

Baca Juga  Gubernur Sulteng Meminta BPR Ikut Peran Dalam Meningkatkan Perekonomian Dalam Penyaluran Kredit UMKM

Diketahui pula, kekhawatiran itu telah segera ditindaklanjuti pihak PT PAU. Dengan melakukan tes swab pada 113 karyawannya, dan 92 karyawan sub kont PT PAU, di klinik perusahaan, Minggu (26/7) kemarin. Yang akan terus dilakukan secara bertahap pada seluruh karyawan maupun sub kont.

Selainnya, dikutip dari Obormotindok.com, pihak perusahaan langsung melakukan disenfektan di ruang-ruang kerja, serta membagikan APD pada karyawan. Termasuk akan menerapkan sistem kerja dengan protokol kesehatan ketat, seperti menjaga jarak aman. (jy)