Sumbangsih Maleo Center DSLNG Untuk Ilmu Pengetahuan

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Maleo Center DSLNG di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai yang merupakan lokasi konservasi burung Meleo mencatatkan sejarah baru. Upaya PT DSLNG melestarikan dan menjaga populasi burung endemik Sulawesi membuahkan hasil. Senin, 11 November 2019, telah menetas turunan pertama individu Filial 1 (F1) anakan Maleo dari indukan (Parental/P) yang bereproduksi di dalam fasilitas penangkaran ex situ Maleo Center.

Konservasi ex situ merupakan salah satu program CSR di bidang lingkungan hidup yang dilakukan  DSLNG melalui penetasan telur hasil sitaan BKSDA di inkubator dan domestifikasi maleo dari anakan hingga dewasa akhirnya berhasil kawin serta bereproduksi.

Sejak didirikan, Maleo Center DSLNG telah berhasil melepasliarkan 100 anakan maleo ke Suaka Margasatwa Bakiriang. Upaya selama bertahun-tahun DSLNG ini secara signifikan telah menambah populasi maleo di alam.

Baca Juga  Berkas Lengkap, Polsek Toili Limpahkan Kasus Cabul

Upaya konservasi ex situ Maleo (Macrocephalon maleo) di Maleo Center PT Donggi-Senoro LNG mencatat sejarah baru pada hari Senin, 11 November 2019, dengan menetasnya turunan pertama individu Filial 1 (F1) anakan Maleo dari indukan (Parental/P) yang bereproduksi di dalam fasilitas penangkaran ex situ Maleo Center.

Kelahiran generasi pertama anakan Maleo hasil konservasi ex situ ini menjadi sumbangsih besar Maleo Center DSLNG bagi ilmu pengetahuan, khususnya penelitian konservasi satwa endemik Sulawesi yang terancam punah berdasarkan data International Union of Conservation and Nature (IUCN).

DSLNG adalah perusahaan swasta yang menjadi pionir konservasi ex situ Maleo yang dimulai sejak 2012 bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah dan peneliti Maleo dari Universitas Tadulako Palu. (IkB)