Polres Sigi Musnahkan 2.414 Liter Miras Babuk Operasi Pekat

oleh -

KABAR LUWUK, SIGI – Pelaksanaan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tinombala 2019 di wilayah Kabupaten Sigi yang dilaksanakan oleh Polres Sigi telah berakhir. Selama pelaksanaan operasi telah diamankan sejumlah orang termasuk barang bukti kasus pekat.

Waka Polres Sigi, Kompol Paulus Morik bersama unsur forkopimda Kabupaten Sigi, pada Kamis (19/12) sekira pukul 08.30 wita menggelar pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan target operasi pekat Tinombala 2019, di halaman Mapolres Sigi, berupa ratusan liter miras jenis cap tikus, topi miring dan bir hitam yang totalnya mencapai 1.518 liter. Polisi juga mengamankan miras jenis saguer sebanyak 896 liter dari berbagai tempat.

Tidak itu saja, pada pelaksanaan operasi pekat Tinombala 2019 jajaran Polres Sigi turut mengamankan pelaku premanisme termasuk empat terduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Baca Juga  ESSA PT Panca Amara Utama Kembali Gelar Vaksinasi Tahap Kedua Untuk Karyawan dan Masyarakat Sekitar

“Seluruh barang bukti ini merupakan hasil operasi pekat Tinombala 2019 yang telah dilaksanakan di wilayah hukum Polres Sigi. Hasil barang bukti terbanyak yakni miras yang jumlahnya mencapai dua ribuan liter,” kata Wakapolres Sigi kepada wartawan kabarluwuk.com.

Terhadap para tersangka yang terjaring operasi itu kasusnya akan diproses hingga ke meja peradilan. Khusus kasus miras akan dijerat dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sigi tentang Miras. Sedangkan kasus Narkoba akan diproses dan ditangani Sat Narkoba Polres Sigi. Untuk kasus premanisme akan dikenakan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam.

Waka Polres Sigi pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya senantiasa melaksanakan pencegahan dan penindakan khususnya kasus penyakit masyarakat. Selama ini kata Kompol Paulus kejahatan atau tindak pidana bermula dari pelaku mengkomsumsi miras terlebih dahulu. Olehnya itu perwira satu melati ini menghimbau agar masyarakat bekerjasama dan membantu kepolisian memberantas penyakit masyarakat, dengan cara melaporkan ketika mengetahui, mendengar atau melihat adanya penyakit masyarakat itu kepada polisi. (IkB)